Rumus yang digunakan untuk menentukan konsentrasi ion H+ pada larutan penyangga asam adalah sebagai berikut.
[H+]=Ka×ga
Keterangan:
a = mol asam lemah (mol)
g = mol garam/basa konjugasi (mol)
Ka = tetapan ionisasi asam
Diketahui:
massa HA=20 g
Mr HA=40 g.mol−1
Ka=2×10−4
Mol basa yang bereaksi=0,24 mol
Ditanya: [OH−]?
Dijawab:
Karena masing-masing asam lemah dan basa kuat yang direaksikan memiliki jumlah valensi 1, maka mol garam yang terbentuk dapat ditentukan sebagai berikut.
Mol garam yang terbentuk=mol basa yang bereaksi=0,24 mol
Karena HA tepat habis bereaksi dengan basa monovalen maka di larutan akhir hanya terdapat garam yang terbentuk.
Mol HA yang ditambahkan
mol HA=Mrmassa
=40 gmol−120 g
=0,5 mol
Di akhir campuran, terbentuk larutan penyangga asam HA - A-.
Konsentrasi H+ dapat dihitung dengan rumus berikut.
[H+]=Ka×ga
=2×10−4×0,240,5
=4,16×10−4
Pada suhu dan tekanan standar; Kw=10−14
Kw=[H+][OH−]
10−14=4,16×10−4 ×[OH−]
[OH−]=4,16 × 10−4 10−14
[OH−]=2,4×10−11
Maka konsentrasi ion hidroksida yang terdapat dalam larutan akhir adalah 2,4 × 10-11 M.