Sebuah batu dilemparkan sehingga mengalami gerak parabola dengan persamaan kecepatan v0=(20i+17j) m/s. Persamaan kecepatan batu setelah 5 detik adalah ... m/s.
Kecepatan adalah jarak yang ditempuh oleh suatu partikel tiap satuan waktu. Kecepatan awal merupakan kecepatan saat benda mulai bergerak. Berdasarkan soal di atas, persamaan kecepatan awal pada komponen x dan komponen y dapat diuraikan menjadi:
v0x=20 dan v0y=17
Pada komponen x, persamaan yang digunakan adalah gerak lurus beraturan, sedangkan pada komponen y, menggunakan gerak lurus berubah beraturan.
1) Komponen x
v0x=vx(5)=20 m/s
2) Komponen y
vy(5)=v0y−gt
=17−(10)(5)
=17−50
=−33 m/s
Jadi, persamaan kecepatan saat 5 detik adalah v(5)=(20i−33j) m/s.
Seorang pemain parkour akan melompati sebuah parit yang dalamnya 7 meter dari ketinggian 20 meter dengan kecepatan awal 20 m/s. Apabila percepatan gravitasi adalah 9,8 m/s2, maka lebar parit tersebut adalah ... m.
Gerak parabola merupakan gerak suatu partikel yang secara serentak melakukan dua gerak lurus (GLB dan GLBB) yang saling tegak lurus. Gerak lurus beraturan terjadi pada sumbu-X dan gerak lurus berubah beraturan terjadi pada sumbu-Y.
1) Menentukan waktu yang diperlukan untuk melewati parit
Dari gambar dapat diketahui bahwa tinggi tempat yang dilewati oleh pemain parkour adalah
h=h2−h1
h=20−7
h=13 m
Dengan mensubstitusikan besaran pada masing-masing gerak, banyaknya waktu yang diperlukan untuk melewati parit pada komponen y yang mengalami lintasan parabola adalah dengan persamaan gerak lurus berubah beraturan sebagai berikut.
−h=v0yt−21gt2 (tanda negatif menunjukkan bahwa arah gerak benda ke bawah)
−h=v0sinθ(t)−21gt2
−13=(20)(sin0)(t)−21(9,8)t2
−13=(20)(0)(t)−21(4,9)t2
−13=0−(4,9)t2
−13=−49t2
−−4913=t2
2,65=t2
2,65=t
t=1,6 s
2) Menentukan lebar parit
Dengan mensubstitusikan besaran pada masing-masing gerak, besarnya lebar parit pada komponen x pada kasus gerak parabola adalah dengan persamaan gerak lurus beraturan sebagai berikut.
Seorang anak melakukan lompat jauh dengan kecepatan awal 7 m/s dan sudut loncatan 50o terhadap tanah. Besar kecepatan pada komponen horizontal dari gerakan tersebut adalah ... m/s.
Besar kecepatan pada komponen horizontal ∣vx∣ = ?
Jawab:
Kecepatan adalah jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. Kecepatan pada komponen horizontal berarti kecepatan pada arah mendatar atau pada sumbu-X. Pada gerak parabola, kecepatan pada sumbu-X termasuk dalam gerak lurus beraturan, sehingga kecepatan awal dan kecepatan akhir sama.
vx=v0x, dan karena arahnya membentuk sudut θ terhadap horizontal, maka:
∣vx∣=v0cosθ
=(7)cos50
=(7)(0,64)
=4,48 m/s
Jadi, kecepatan pada komponen horizontal adalah 4,48 m/s,
Seorang anak melemparkan bola basket yang bermassa 600 gram ke dinding dengan jarak 5 meter. Kecepatan awal yang diberikan anak kepada bola adalah 10 m/s dengan sudut 30o. Saat mengenai dinding, bola memantul dengan kecepatan sebesar 17,35 s. Percepatan gravitasi sebesar 10 m/s2. Jika anak tersebut ingin menangkap bola basket yang terpantul tadi, maka dia harus berlari sejauh ... dari posisi awal.
Gerak parabola merupakan gerak suatu partikel yang secara serentak melakukan dua gerak lurus (GLB dan GLBB) yang saling tegak lurus. Gerak lurus beraturan terjadi pada sumbu-X dan gerak lurus berubah beraturan terjadi pada sumbu-Y.
1) Menentukan waktu pelemparan hingga bola tepat menyentuh dinding
Dengan mensubstitusikan besaran pada masing-masing gerak, jarak yang ditempuh bola pada komponen x yang mengalami lintasan parabola adalah dengan persamaan gerak lurus beraturan sebagai berikut.
x1=v0xt1
x1=v0cosθ(t1)
5=(10)(cos30)(t1)
105=(0,9)(t1)
(10)(0,9)5=(t1)
t1=95 s
2) Menentukan kecepatan bola sebelum terpantul
Dengan mensubstitusikan besaran pada masing-masing gerak, besarnya kecepatan benda pada komponen x dan y yang mengalami lintasan parabola adalah dengan persamaan gerak lurus berubah beraturan sebagai berikut.
Pada komponen x
vx=v0x
vx=v0cosθ
vx=(10)cos30
vx=(10)(0,9)
vx=9 m/s
Pada komponen y
vy=v0y−gt1
vy=v0sinθ−gt1
vy=(10)(sin30)−(10)(95)
vy=(10)(21)−(10)(95)
vy=(5−950)
vy=(5−5,56)
vy=−0,56 m/s
Sehingga kecepatannya sebesar
v1=vx2+vy2
v1=92+(−0,56)2
v1=81+0,3136
v1=81,3136
v1=9,02 m/s
3) Menentukan tinggi maksimum yang dicapai bola
hmaks=v0yt−21gt12
=v0sinθ(t)−21gt12
=(10)sin30(95)−21(10)(95)2
=(10)(21)(95)−21(10)(95)2
=(5)(95)−(5)(95)2
=925−81125
=2,77−1,54
=1,23 m
4) Menentukan waktu bola turun setelah memantul
−hmaks=v0y′t2−21gt22 (tanda negatif menunjukkan arah gerak benda ke bawah)
−hmaks=v0′sinθ(t2)−21gt22
−1,23=(17,35)(sin0)(t2)−21(10)t22
−1,23=(17,35)(0)(t2)−(5)t22
−1,23=0−(5)t22
−1,23=−(5)t22
−5−1,23=t22
0,246=t22
0,25=t22
0,25=t2
t2=0,5 s
5) Menentukan jarak anak saat menangkap bola
x2=v0x′(t2)
x2=(v0′)cosθ(t2)
x2=(17,35)cos0(0,5)
x2=(17,35)(1)(0,5)
x2=8,675 m
Sehingga, jarak anak tersebut menangkap bola dari posisi awal adalah
Δx=x2−x1
Δx=8,675−5
Δx=3,675 m
Δx=3,68 m
Jadi, anak tersebut harus berlari sejauh 3,68 m ke belakang dari posisi awal.
Sebuah partikel bergerak dengan komponen percepatan ax=(10t−2)i dan ay=(12−3t)j. Apabila komponen kecepatan awal (0; 0), maka persamaan kecepatan terhadap waktu adalah ... m/s.
Dua buah benda A dan B bergerak dengan kecepatan awal yang sama. Saat mulai bergerak, benda A membentuk sudut 30o dan benda B membentuk sudut 45o terhadap tanah. Apabila ketinggian maksimum benda A adalah 2y, maka ketinggian maksimum benda B adalah ....
Kecepatan adalah jarak yang ditempuh oleh partikel tiap satuan waktu. Gerak parabola merupakan gerak suatu partikel yang secara serentak melakukan dua gerak lurus (GLB dan GLBB) yang saling tegak lurus. Gerak lurus beraturan terjadi pada sumbu-X dan gerak lurus berubah beraturan terjadi pada sumbu-Y.
Dengan mensubstitusikan besaran pada masing-masing gerak, besarnya tinggi maksimum yang dicapai oleh benda yang mengalami lintasan parabola adalah
ymaks=2gv02sin2θ
Berdasarkan soal di atas, untuk menentukan tinggi maksimum benda B, maka digunakan perbandingan ymaks A dan B
Arman dan Midun melakukan percobaan melemparkan bola dengan gerakan membentuk parabola. Arman melempar dengan sudut 30o dan Midun melempar dengan sudut 60o. Setelah melakukan lemparan, ternyata jarak maksimum Arman dan Midun sama. Apabila kecepatan lemparan Arman adalah v, maka kecepatan lemparan Midun adalah sebesar ....
Kecepatan adalah jarak yang ditempuh oleh partikel tiap satuan waktu. Gerak parabola merupakan gerak suatu partikel yang secara serentak melakukan dua gerak lurus (GLB dan GLBB) yang saling tegak lurus. Gerak lurus beraturan terjadi pada sumbu-X dan gerak lurus berubah beraturan terjadi pada sumbu-Y.
Dengan mensubstitusikan besaran pada masing-masing gerak, besarnya jarak maksimum yang ditempuh oleh benda yang mengalami lintasan parabola adalah
xmaks=gv02sin2θ
Berdasarkan soal di atas, jarak terjauh Arman dan Midun adalah sama, sehingga
xmaksA=xmaksM
gv0A2sin2θA=gv0M2sin2θM
v0A2sin2θA=v0M2sin2θM
v02sin2(30)=v0M2sin2(60)
(v2)(sin60)=(v0M2)(sin120)
(v2)(213)=(v0M2)(213)
v2=v0M2
v2=v0M
v=v0M
Jadi, kecepatan lemparan Midun adalah sebesar v.
Sebuah pesawat terbang dengan kecepatan 20 m/s untuk mengirimkan paket bantuan kebutuhan pokok kepada pengungsi. Tinggi posisi pesawat adalah 20 meter dari permukaan tanah. Aprian berdiri sejauh 38,4 meter dari titik di bawah pesawat untuk menangkap paket tersebut. Agar paket dapat dia tangkap, maka tinggi Aprian adalah ... m.
Berdasarkan soal di atas, untuk mencari tinggi Aprian, pertama-tama harus tahu terlebih dahulu waktu saat Aprian berhasil menangkap paket. Untuk mencari waktu saat paket berhasil ditangkap Aprian kita dapat menggunakan persamaan gerak lurus beraturan dalam gerak parabola. Sudut yang digunakan adalah 0o karena saat awal melempar paket, tidak ada sudut yang terbentuk.
xt=v0xt
xt=v0cos0(t)
38,4=20cos0(t)
38,4=20(1)(t)
2038,4=t
t=1,92s
Setelah mendapatkan waktu, selanjutnya mencari tinggi yang ditempuh paket sampai ke tangan Aprian dengan persamaan gerak lurus berubah beraturan.
Ahmad memukul bola golf dengan kecepatan 18 m/s dan bola tersebut bergerak membentuk gerak parabola. Apabila cosθ=54, maka waktu yang dibutuhkan bola untuk mencapai jarak terjauh adalah ... s. (g = 9,8 m/s2)
Kecepatan adalah perubahan posisi suatu partikel tiap satu satuan waktu.
Berdasarkan soal di atas, sudut yang diketahui adalah cosθ, sedangkan pada persamaan yang digunakan adalah sinθ, sehingga perlu mencari nilai sinθterlebih dahulu dengan menggunakan rumus phytagoras.
Perhatikan gambar berikut!
cosθ=zx=54
Artinya, z adalah 5 dan x adalah 4
sinθ=zy
y=z2−x2
y=52−42
y=25−16
y=9
y=3
Sehingga, sinθ=zy=53
Pada gerak parabola, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai jarak terjauh sama dengan dua kali waktu yang diperlukan untuk mencapai titik tertinggi.
txmaks=2tymaks
txmaks=2(gv0sinθ)
txmaks=2(9,818(53))
txmaks=(9,836)(53)
txmaks=49108
txmaks=2,2 s
Jadi, waktu yang dibutuhkan bola untuk mencapai jarak terjauh adalah 2,2 s.
Seorang pemain sepak bola sedang melakukan latihan menendang bola. Pada percobaan pertama, pemain tersebut menendang dengan sudut 45o dan pada percobaan kedua menendang dengan sudut 53o. Saat mencapai jarak maksimum, waktu percobaan pertama 2 kali waktu percobaan kedua. Apabila pemain tersebut memberikan kecepatan sebesar vpada kedua percobaan tersebut, maka perbandingan jarak maksimum kedua percobaan adalah ....
Perbandingan jarak maksimum kedua percobaan x1:x2 = ?
Jawab:
Kecepatan adalah jarak yang ditempuh oleh partikel tiap satuan waktu. Gerak parabola merupakan gerak suatu partikel yang secara serentak melakukan dua gerak lurus (GLB dan GLBB) yang saling tegak lurus. Gerak lurus beraturan terjadi pada sumbu-X dan gerak lurus berubah beraturan terjadi pada sumbu-Y.
Jarak terjauh pada gerak parabola menggunakan prinsip gerak lurus beraturan, sehingga persamaannya seperti berikut:
x=vxt
x=(vcosθ)(t)
Perbandingan jarak maksimum kedua percobaan adalah
x2x1=v2xt2v1xt1
x2x1=(vcos53)(t2)(vcos45)(2t2)
x2x1=(cos53)(t2)(cos45)(2t2)
x2x1=(cos53)(cos45)(2)
x2x1=(0,6)(0,7)(2)
x2x1=0,61,4
x2x1=614
x2x1=37
Jadi, perbandingan jarak maksimum kedua percobaan adalah 7 : 3.