Perdagangan antardaerah merupakan perdagangan yang terjadi antarwilayah. Perdagangan antardaerah disebut juga dengan perdagangan domestik. Perdagangan tersebut lebih bebas daripada perdagangan antarnegara.
Berdasarkan model keunggulan komparatif, masyarakat daerah lebih diuntungkan jika fokus pada kegiatan produksi yang relatif murah daripada wilayah lainnya. Sebagai produsen, barang yang diproduksi juga merupakan barang yang dibutuhkan dan disukai oleh konsumen. Maka, perdagangan antardaerah memiliki karakteristik yaitu terarah pada konsumen. Misalnya, memproduksi kain batik khas daerah Solo dan dijual ke Jakarta atau daerah lainnya yang memiliki banyak peminat kain batik.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka perdagangan daerah akan terarah pada konsumen.