Bank Soal Sejarah Indonesia SMA Upaya Bangsa Indonesia Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa
Soal
Soal Populer Hari Ini
Pecahan tersebut senilai dengan pecahan ...
Matematika
Level 4
Bilangan
Pecahan
Pecahan Senilai
Sebuah segitiga mempunyai tinggi 20 cm dan alas 8 cm. Luas segitiga tersebut adalah ... cm2
Matematika
Level 4
Geometri
Bangun Datar
Keliling dan Luas Segitiga
Ulasan Buku Oliver Twist Karya Charles Dickens
Pada suatu ketika, hiduplah seorang anak yatim bernama Oliver Twist. Umurnya sembilan tahun. Ia hidup dalam roda kehidupan yang sangat berat.
Ia ditampung di panti asuhan. Pada saat makan, ia mengambil bubur tanpa seizin pemasak. Kepala panti asuhan mengatakan bahwa ia akan digantung. Kemudian, ia diambil oleh keluarga pembuat peti mati, Sowerberry.
Saat hidup di keluarga Sowerberry, ia juga tersiksa, tidur di bawah, diberi makan anjing, dan sebagainya. Suatu saat, anak keluarga Sowerberry menghina ibu Oliver dan Oliver pun marah. Pertengkaran pun tak terelakkan. Oliver dilaporkan polisi setempat, lalu paginya ia kabur, pergi ke London. Saat di perjalanan, Oliver jatuh pingsan. Ada seorang nenek tua renta yang menolong Oliver karena merasa tak tega.

Sampul buku Oliver Twist karya Charles Dickens, diterbitkan oleh Bentang Pustaka
Novel ini bercerita mengenai seorang anak yang tinggal di rumah penampungan, kemudian memilih kabur dan hidup di jalanan. Latar ceritanya berada di Kota London pada tahun 1873.
Gaya bahasa yang digunakan dalan novel ini mudah dipahami dan tidak terlalu rumit. Tokoh dalam novel juga digambarkan mempunyai karakter yang kuat. Namun, novel ini punya sisi membosankan, yaitu penjelasan tiap adegannya yang terlalu rinci.
Novel ini baik untuk dibaca anak-anak karena mengajarkan untuk peduli pada teman, saudara, dan tetangga yang hidupnya kekurangan. Tokoh dalam novel ini juga mengajarkan kegigihan dalam bertahan hidup, dalam melewati segala cobaan.
(Dikutip dari berbagai sumber)
Pelajaran yang bisa diambil dari novel Oliver Twist adalah ....
Bahasa Indonesia
Level 4
Membaca
Buku Sastra
Ulasan Buku Sastra
Complete the gaps with the correct 'to be' in Simple Present Tense.
My mother ... an English teacher and her sisters ... nurses.
Bahasa Inggris
Level 4
Bahasa Inggris
Jobs
Simple Present Tense
Faktor dari 48 adalah ...
Matematika
Level 4
Bilangan
Faktor dan Kelipatan
Faktor Bilangan
Segi banyak yang memiliki sepuluh sisi adalah?
Matematika
Level 4
Geometri
Bangun Datar
Segi Banyak
Faktorisasi prima dari 48 adalah …
Matematika
Level 4
Bilangan
FPB dan KPK
Faktor dan Faktorisasi Prima
Cermati teks berikut!
Kancil dan Siput Adu Lari

Pagi itu, kancil berpapasan dengan seekor siput di pinggir sungai. Melihat langkah siput yang sangat lambat, terbitlah rasa sombong sang kancil. "Hei siput, jalanmu lambat sekali! Coba lihat, aku bisa berlari ke ujung jalan di sana dan kembali lagi sebelum kamu selesai satu langkah!" Siput seperti tidak mendengar ujaran sang kancil dan terus berjalan dengan santai. Panas hati sang kancil karena tidak ditanggapi oleh si siput. "Siput bodoh, kamu pasti tidak akan bisa mengalahkanku dalam adu lari!" hina sang kancil.
Tak disangka-sangka, kali ini siput menjawab,"Ayo saja, kita buktikan siapa yang menang adu lari. Kalau aku menang, kamu harus mengaku kalah dan minta maaf kepadaku." Kancil tercengang mendengar keberanian sang siput, lalu menyetujui tantangan itu,"Baik, kalau begitu mari kita adu lari besok pagi di tempat ini juga."
Setelah kancil pergi, siput segera mengumpulkan saudara-saudaranya sesama siput. Ia menjelaskan rencananya untuk mengalahkan sang kancil. Sepanjang sisa hari itu semua siput akan bergerak menempatkan diri di sepanjang sungai, sehingga terdapat seekor siput setiap jarak tertentu. Lalu mereka menunggu di tempatnya masing-masing hingga pertandingan dimulai esok paginya. Beberapa siput sisanya ia tugaskan untuk menyebarkan berita lomba ini ke seluruh hutan.
Waktu pertandingan telah tiba. Banyak hewan hutan telah datang untuk menonton adu lari ini. Dengan tenangnya si siput berujar,"Hai kancil, hewan-hewan hutan akan menjadi saksi pemenang adu lari ini. Bersiap-siaplah untuk mengaku kalah!" Sang kancil jadi merasa gugup karena siput begitu percaya diri.
Begitu tanda mulai diberikan, kancil langsung melesat jauh di depan siput. Ketika kancil mulai merasa lelah, ia berhenti sebentar dengan niat mau beristirahat. Dengan ragu-ragu ia memanggil,"Put, siput?" "Ya, aku di sini," jawab salah satu siput yang berada di dekatnya. Merasa panik, kancil tidak jadi istirahat dan segera lanjut berlari seperti kesurupan. Setelah beberapa kali mendengar jawaban siput seperti itu, ia pun menyerah karena tidak kuat berlari lagi. Seluruh isi hutan pun terkejut dan bersorak sorai melihat kancil mengaku kalah dan meminta maaf pada siput.
Latar waktu dari cerita di atas adalah ....
Bahasa Indonesia
Level 4
Membaca
Teks Fiksi-Tokoh Cerita
Dongeng
Pembilang dari adalah ...
Matematika
Level 4
Bilangan
Pecahan
Bentuk Pecahan
(i) Sudut yang 2 kali lebih besar dari komplemen suatu sudut sebesar 21o
(ii) Sudut suplemen dari suatu sudut yang perbandingannya dengan penyikunya adalah 1:1
(iii) Sudut yang besarnya kali suplemennya
(iv) Sudut pelurus dari komplemen suatu sudut sebesar 46o
Urutan besar sudut di atas dari yang terbesar adalah ....
Matematika
Level 4
Geometri
Garis dan Sudut
Sudut
Cek Contoh Kuis Online
Kejar Kuis
Cek Contoh Bank Soal
Kejar Soal
Pecahan tersebut senilai dengan pecahan ...
Sebuah segitiga mempunyai tinggi 20 cm dan alas 8 cm. Luas segitiga tersebut adalah ... cm2
Ulasan Buku Oliver Twist Karya Charles Dickens
Pada suatu ketika, hiduplah seorang anak yatim bernama Oliver Twist. Umurnya sembilan tahun. Ia hidup dalam roda kehidupan yang sangat berat.
Ia ditampung di panti asuhan. Pada saat makan, ia mengambil bubur tanpa seizin pemasak. Kepala panti asuhan mengatakan bahwa ia akan digantung. Kemudian, ia diambil oleh keluarga pembuat peti mati, Sowerberry.
Saat hidup di keluarga Sowerberry, ia juga tersiksa, tidur di bawah, diberi makan anjing, dan sebagainya. Suatu saat, anak keluarga Sowerberry menghina ibu Oliver dan Oliver pun marah. Pertengkaran pun tak terelakkan. Oliver dilaporkan polisi setempat, lalu paginya ia kabur, pergi ke London. Saat di perjalanan, Oliver jatuh pingsan. Ada seorang nenek tua renta yang menolong Oliver karena merasa tak tega.
Sampul buku Oliver Twist karya Charles Dickens, diterbitkan oleh Bentang Pustaka
Novel ini bercerita mengenai seorang anak yang tinggal di rumah penampungan, kemudian memilih kabur dan hidup di jalanan. Latar ceritanya berada di Kota London pada tahun 1873.
Gaya bahasa yang digunakan dalan novel ini mudah dipahami dan tidak terlalu rumit. Tokoh dalam novel juga digambarkan mempunyai karakter yang kuat. Namun, novel ini punya sisi membosankan, yaitu penjelasan tiap adegannya yang terlalu rinci.
Novel ini baik untuk dibaca anak-anak karena mengajarkan untuk peduli pada teman, saudara, dan tetangga yang hidupnya kekurangan. Tokoh dalam novel ini juga mengajarkan kegigihan dalam bertahan hidup, dalam melewati segala cobaan.
(Dikutip dari berbagai sumber)
Pelajaran yang bisa diambil dari novel Oliver Twist adalah ....
Complete the gaps with the correct 'to be' in Simple Present Tense.
My mother ... an English teacher and her sisters ... nurses.
Faktor dari 48 adalah ...
Segi banyak yang memiliki sepuluh sisi adalah?
Faktorisasi prima dari 48 adalah …
Cermati teks berikut!
Kancil dan Siput Adu Lari
Pagi itu, kancil berpapasan dengan seekor siput di pinggir sungai. Melihat langkah siput yang sangat lambat, terbitlah rasa sombong sang kancil. "Hei siput, jalanmu lambat sekali! Coba lihat, aku bisa berlari ke ujung jalan di sana dan kembali lagi sebelum kamu selesai satu langkah!" Siput seperti tidak mendengar ujaran sang kancil dan terus berjalan dengan santai. Panas hati sang kancil karena tidak ditanggapi oleh si siput. "Siput bodoh, kamu pasti tidak akan bisa mengalahkanku dalam adu lari!" hina sang kancil.
Tak disangka-sangka, kali ini siput menjawab,"Ayo saja, kita buktikan siapa yang menang adu lari. Kalau aku menang, kamu harus mengaku kalah dan minta maaf kepadaku." Kancil tercengang mendengar keberanian sang siput, lalu menyetujui tantangan itu,"Baik, kalau begitu mari kita adu lari besok pagi di tempat ini juga."
Setelah kancil pergi, siput segera mengumpulkan saudara-saudaranya sesama siput. Ia menjelaskan rencananya untuk mengalahkan sang kancil. Sepanjang sisa hari itu semua siput akan bergerak menempatkan diri di sepanjang sungai, sehingga terdapat seekor siput setiap jarak tertentu. Lalu mereka menunggu di tempatnya masing-masing hingga pertandingan dimulai esok paginya. Beberapa siput sisanya ia tugaskan untuk menyebarkan berita lomba ini ke seluruh hutan.
Waktu pertandingan telah tiba. Banyak hewan hutan telah datang untuk menonton adu lari ini. Dengan tenangnya si siput berujar,"Hai kancil, hewan-hewan hutan akan menjadi saksi pemenang adu lari ini. Bersiap-siaplah untuk mengaku kalah!" Sang kancil jadi merasa gugup karena siput begitu percaya diri.
Begitu tanda mulai diberikan, kancil langsung melesat jauh di depan siput. Ketika kancil mulai merasa lelah, ia berhenti sebentar dengan niat mau beristirahat. Dengan ragu-ragu ia memanggil,"Put, siput?" "Ya, aku di sini," jawab salah satu siput yang berada di dekatnya. Merasa panik, kancil tidak jadi istirahat dan segera lanjut berlari seperti kesurupan. Setelah beberapa kali mendengar jawaban siput seperti itu, ia pun menyerah karena tidak kuat berlari lagi. Seluruh isi hutan pun terkejut dan bersorak sorai melihat kancil mengaku kalah dan meminta maaf pada siput.
Latar waktu dari cerita di atas adalah ....
Pembilang dari adalah ...
(i) Sudut yang 2 kali lebih besar dari komplemen suatu sudut sebesar 21o
(ii) Sudut suplemen dari suatu sudut yang perbandingannya dengan penyikunya adalah 1:1
(iii) Sudut yang besarnya kali suplemennya
(iv) Sudut pelurus dari komplemen suatu sudut sebesar 46o
Urutan besar sudut di atas dari yang terbesar adalah ....


