Latihan Kimia Kelas XII Oksigen
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 5
2. 4
3. 2
4. 2
5. 2
6+. 0
  • Pilgan

    Hidrogen peroksida dalam skala industri dapat diperoleh melalui proses elektrolis ....

    A

    amonium klorida

    B

    amonia nitrat

    C

    amina

    D

    amonium sulfat

    E

    amonia

    Pembahasan:

    Dalam skala industri, hidrogen peroksida diperoleh dengan elektrolisis amonium sulfat yang dicampur dengan asam sulfat pekat sesuai dengan reaksi:

    H2SO4 → H+ + SO42-

    Anode (+) 2HSO4- → H2S2O8 + 2e-

    Katode (-) 2H+ + 2e- → H2

    2HSO4- + 2H+ → H2S2O8 + H2

    Senyawa H2S2O8 yang terbentuk pada anode akan bereaksi dengan H2O menghasilkan H2O2 dan H2SO4 sesuai dengan reaksi:

    H2S2O8 + 2H2O → 2H2SO4 + H2O2

    Jadi, hidrogen peroksida dalam skala industri dapat diperoleh melalui proses elektrolisis amonium sulfat.

  • Pilgan

    sumber: commons.wikimedia.org

    Hidrogen peroksida dapat diperoleh di laboratorium dengan mereaksikan barium peroksida dan ....

    A

    asam klorida

    B

    asam nitrat

    C

    asam sulfat

    D

    hidrogen sulfida

    E

    asam fosfat

    Pembahasan:

    Di laboratorium, hidrogen peroksida (H2O2) diperoleh dengan mereaksikan barium peroksida dengan asam sulfat sesuai dengan reaksi:

    BaO2 + H2SO4 → BaSO4 + H2O2

    Jadi, hidrogen peroksida dapat diperoleh di laboratorium dengan mereaksikan barium peroksida dan asam sulfat.

  • Pilgan

    Diketahui beberapa proses sebagai berikut:

    1. Fotosintesis
    2. Distilasi udara cair
    3. Penguraian hidrogen peroksida
    4. Elektrolisis kalium hidroksida
    5. Pemanasan kalium klorat

    Proses yang dapat dilakukan untuk memperoleh oksigen dalam skala laboratorium terdapat pada nomor ....

    A

    2 dan 5

    B

    3 dan 5

    C

    1 dan 3

    D

    2 dan 4

    E

    1 dan 4

    Pembahasan:

    Di laboratorium, oksigen diperoleh dengan pemanasan kalium klorat atau penguraian hidrogen peroksida dengan bantuan MnO2 sebagai katalis sesuai dengan reaksi:

    2KClO3 → 2KCl + 3O2

    2H2O2 → 2H2O + O2

    Jadi, proses yang dapat dilakukan untuk memperoleh oksigen pada skala laboratorium terdapat pada nomor 3 dan 5.

  • Pilgan

    sumber: commons.wikimedia.org

    Aluminium (III) oksida adalah senyawa oksida yang ....

    A

    mempunyai atom oksigen dengan biloks -1

    B

    bersifat netral

    C

    bereaksi dengan KOH

    D

    dapat bereaksi dengan KOH maupun HCl

    E

    bereaksi dengan HCl

    Pembahasan:

    Berdasarkan sifatnya, oksida terbagi menjadi 5 macam, yaitu oksida asam, oksida basa, oksida atmosfer, oksida indiferen, dan peroksida.

    • Oksida asam merupakan oksida non logam yang dapat membentuk asam. Contohnya SO3 dan Cl2O7.
    • Oksida basa merupakan oksida logam yang dapat membentuk basa. Contohnya Na2O dan CaO.
    • Oksida amfoter merupakan oksida yang dapat bersifat asam dan basa. Contohnya Al2O3.
    • Oksida indiferen merupakan oksida yang tidak bersifat asam maupun basa. Contohnya CO dan NO.
    • Peroksida merupakan oksida dengan bilangan oksidasi oksigennya -1. Contohnya Na2O2 dan BaO2.

    Jadi, alumunium (III) oksida adalah oksida amfoter sehingga dapat bereaksi dengan KOH maupun HCl.

  • Pilgan

    Diketahui reaksi berantai kerusakan ozon oleh atom klorin dari freon sebagai berikut:

    1. Sinar matahari menyebabkan Cl2O2 terurai menjadi O2 dan atom klorin lagi.
    2. Dua molekul ClO bereaksi membentuk klor peroksida.
    3. Klorin dari CFC (freon) berinteraksi dengan O3 membentuk ClO dan O2.

    Urutan yang tepat mengenai reaksi tersebut adalah ....

    A

    3, 2, 1

    B

    3, 1, 2

    C

    2, 1, 3

    D

    1, 2, 3

    E

    1, 3, 2

    Pembahasan:

    Reaksi berantai kerusakan ozon oleh atom klorin dari freon sebagai berikut:

    • Klorin dari CFC (freon) berinteraksi dengan O3 membentuk ClO dan O2,
    • Dua molekul ClO bereaksi membentuk klor peroksida, dan
    • Sinar matahari menyebabkan Cl2O2 terurai menjadi O2 dan atom klorin lagi.

    Jadi, urutan reaksi berantai kerusakan ozon oleh atom klorin dari freon adalah 3, 2, 1.

  • Pilgan

    Diketahui beberapa sifat unsur sebagai berikut:

    1. Titik didih dan titik leleh tinggi
    2. Dapat bersenyawa dengan berbagai unsur
    3. Sukar bereaksi
    4. Dalam keadaan cair berwarna biru langit
    5. Tidak berwarna dan tidak berbau

    Penyataan yang tidak tepat mengenai gas oksigen terdapat pada nomor ....

    A

    1 dan 3

    B

    4 dan 5

    C

    3 dan 5

    D

    2 dan 4

    E

    3 dan 4

    Pembahasan:

    Sifat gas oksigen sebagai berikut

    • merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau,
    • memiliki titik didih pada -182,95 oC dan titik leleh pada -218,79 oC,
    • merupakan unsur yang reaktif,
    • dapat bersenyawa dengan berbagai unsur, dan
    • berwarna biru langit dalam keadaan cair.

    Jadi, penyataan yang tidak tepat mengenai gas oksigen terdapat pada nomor 1 dan 3.

  • Pilgan

    Diketahui beberapa sifat dan manfaat dari senyawa sebagai berikut:

    1. Dikenal sebagai larutan perhidrol
    2. Bersifat oksidator lemah
    3. Bersifat korosif
    4. Merupakan cairan kental berwarna
    5. Digunakan sebagai pemutih

    Pernyataan yang tidak tepat mengenai hidrogen peroksida ditunjukkan oleh nomor ....

    A

    2 dan 4

    B

    1 dan 3

    C

    2 dan 5

    D

    3 dan 5

    E

    1 dan 4

    Pembahasan:

    Hidrogen peroksida di pasaran dikenal sebagai larutan perhidrol. Larutan ini digunakan sebagai pemutih, pengelantang (menghilangkan warna asli dari bahan), dan antiseptik karena bersifat oksidator kuat. Larutan hidrogen peroksida murni berupa cairan tak berwarna dan bersifat korosif.

    Jadi, pernyataan yang tidak tepat mengenai hidrogen peroksida ditunjukkan oleh nomor 2 dan 4.

  • Pilgan

    Diketahui beberapa senyawa oksida sebagai berikut:

    1. Na2O
    2. Cl2O7
    3. CaO
    4. NO
    5. BaO2

    Senyawa oksida yang dapat membirukan lakmus merah terdapat pada nomor ....

    A

    2 dan 5

    B

    2 dan 4

    C

    3 dan 5

    D

    1 dan 3

    E

    1 dan 4

    Pembahasan:

    Berdasarkan sifatnya, oksida terbagi menjadi 5 macam yaitu oksida asam, oksida basa, oksida atmosfer, oksida indiferen, dan peroksida.

    • Oksida asam merupakan oksida nonlogam yang dapat membentuk asam. Contohnya SO3 dan Cl2O7.
    • Oksida basa merupakan oksida logam yang dapat membentuk basa. Contohnya Na2O dan CaO.
    • Oksida amfoter merupakan oksida yang dapat bersifat asam dan basa. Contohnya Al2O3.
    • Oksida indiferen merupakan oksida yang tidak bersifat asam maupun basa. Contohnya CO dan NO.
    • Peroksida merupakan oksida dengan bilangan oksidasi oksigennya -1. Contohnya Na2O2 dan BaO2.

    Jadi, senyawa oksida yang dapat membirukan lakmus merah adalah yang bersifat basa terdapat pada nomor 1 dan 3.

  • Pilgan

    Pemanasan senyawa berikut yang tidak menghasilkan oksigen adalah ....

    A

    Cu(NO3)2

    B

    HgO

    C

    CaCO3

    D

    BaO2

    E

    KClO3

    Pembahasan:

    Beberapa pemanasan yang menghasilkan oksigen sebagai berikut:

    • 2BaO2 → 2BaO + O2
    • 2Cu(NO3)2 → 2CuO + 4NO2 + O2
    • 2KClO3 → 2KCl + 3O2
    • 2HgO → 2Hg + O2

    sedangkan pemanasan kalsium karbonat menghasilkan karbon dioksida sesuai dengan reaksi:

    CaCO3 → CaO + CO2

    Jadi, pemanasan yang tidak menghasilkan oksigen adalah CaCO3.

  • Pilgan

    Pernyataan yang tidak tepat mengenai pembentukan ozon adalah ....

    A

    dapat diganggu oleh adanya gas NO atau atom klorin radikal

    B

    ozon bereaksi dengan atom O membentuk gas oksigen

    C

    terjadi reaksi antara gas oksigen dan atom O

    D

    berkaitan dengan kesetimbangan reaksi antara molekul oksigen dan ozon

    E

    reaksi hanya berlangsung satu tahap

    Pembahasan:

    Ozon berperan dalam menyerap sinar ultraviolet yang berkaitan dengan kesetimbangan reaksi antara molekul oksigen dan ozon sesuai dengan reaksi:

    3O2 ↔ 2O3

    Reaksi tersebut berlangsung secara bertahap dengan bantuan sinar UV sebagai berikut:

    O2 → O + O

    O2 + O → O3

    O3 + O → O2 + O2

    Gas oksigen yang dihasilkan kembali terurai menjadi atom O dan reaksi berulang terus-menerus selama tidak ada gangguan, seperti adanya gas NO atau atom klorin radikal.

    Adanya gas NO atau atom klorin radikal dapat merusak lapisan ozon. Hal ini disebabkan atom O yang dihasilkan tidak akan bereaksi dengan gas oksigen membentuk ozon, melainkan akan bereaksi dengan gas NO atau atom klorin radikal sesuai dengan reaksi:

    O + NO → NO2

    O + Cl• → ClO

    Jadi, pernyataan yang tidak tepat mengenai pembentukan ozon adalah reaksi hanya berlangsung satu tahap.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 332.175 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.