Pada Agustus 1958, Ahmad Yani memerintahkan Operasi 17 Agustus terhadap PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) di Sumatra Barat. Pasukannya berhasil merebut kembali Padang & Bukittiinggi.
Hal itu menyebabkan ia dipromosikan menjadi wakil kepala Angkatan Darat ke-2 staf pada 1 September 1962, dan kemudian Kepala Angkatan Darat stafnya pada 13 November 1963 (otomatis menjadi anggota kabinet), menggantikan Jenderal Nasution.
Jadi, jawabannya adalah Operasi 17 Agustus.