Gerakan politik tidak hanya dilakukan oleh masyarakat bumiputera, melainkan juga dilakukan oleh masyarakat Arab. Golongan Sayyid mendirikan organisasi Jamiatul Khair pada tahun 1905 sebagai wadah perkumpulan mereka, sedangkan golongan Syekh mendirikan organisasi Al-Irsyad pada tahun 1914. Agar mewadahi kedua organisasi tersebut maka A.R Baswedan mendirikan Partai Arab Indonesia pada tahun 1934. Adapun tujuan utama pendirian partai ini adalah penekanan Indonesia sebagai tanah air mereka. Hal tersebut tidak bisa dipungkiri mengingat masyarakat Arab sudah melebur bersama masyarakat lokal berabad-abad lamanya. Pendirian partai juga mencegah adanya etnosentrisme di kalangan masyarakat Arab.
Jadi, Alasan utama dibentuknya Partai Arab Indonesia, yaitu "Penekanan masyarakat Arab untuk mencintai tanah air Indonesia".