Pasang surut air laut terjadi karena adanya pengaruh dari gravitasi Bulan dan gravitasi Matahari. Pasang air laut dibagi menjadi dua, yaitu:
- pasang Purnama, merupakan pasang dan surut air laut dengan tinggi maksimum.
- pasang Perbani, merupakan pasang dan surut air laut dengan tinggi minimum.

Pasang Purnama terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada dalam satu garis lurus. Pada saat itu, akan dihasilkan pasang (air laut naik) yang paling tinggi dan surut (air laut turun) yang paling dalam. Hal ini disebabkan oleh kombinasi gaya gravitasi Bulan dan Matahari yang saling menguatkan. Pasang Purnama terjadi saat fase bulan purnama (nomor 5) dan bulan mati/baru (nomor 1).
Pasang Perbani terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari membentuk sudut tegak lurus, yaitu sudut 90o. Pada saat ini, akan dihasilkan pasang (air laut naik) yang paling rendah dan surut (air laut turun) yang paling dangkal. Pasang ini terjadi ketika bulan separuh di kwartir pertama (nomor 3) dan kwartir ketiga (nomor 7).