Mataram Kuno di Jawa Tengah dipindah ke Jawa Timur oleh Mpu Sendok, keponakan dari Raja Wawa karena bencana letusan gunung berapi. Mpu Sendok memerintah Mataram Kuno pada 929-947, dengan gelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmottunggadewa. Di Jawa Timur, Mataram Kuno berkuasa di daerah Tamwlang (kini Jombang-Madiun) antara tahun 929-1042. Mpu Sendok dikatakan sebagai pendiri dari dinasti baru yang bernama Wangsa Isana. Raja terakhir sekaligus yang termasyhur dari Mataram Kuno di Jawa Timur adalah Raja Airlangga yang memerintah pada 1009-1042.
Jadi keruntuhan atau berakhirnya kekuasaan Mataram Kuno di Jawa Tengah disebabkan oleh bencana alam.