Video IPA SMP Tanah dan Keberlangsungan Kehidupan

Tanah dan Keberlangsungan Kehidupan

Fisika Tanah dan Keberlangsungan Kehidupan IPA
Kuis
Rangkuman

Siswa

Ingin latihan soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Guru

Ingin akses bank soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Soal Populer Hari Ini

Bentuk sederhana dari pembagian bilangan berpangkat 311: 393^{11}:\ 3^9 adalah...

Matematika Level 9 Bilangan Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar Bilangan Berpangkat Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Matematika

Perhatikan tahapan-tahapan dalam pembelahan mitosis berikut!

Urutan tahapan dalam pembelahan mitosis yang tepat adalah ....

IPA Level 9 Biologi Sistem Reproduksi Manusia Pembelahan Sel Video Kelas IX Kurikulum 2013 K13 IPA

Baca teks berikut ini dengan cermat.

Melisa, Siswi SD Berprestasi Meski Menulis dengan Menggunakan Kaki

Melisa Diana Putri adalah seorang siswi difabel di SDN Tukul II Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ia tidak masuk Sekolah Luar Biasa karena lokasinya jauh di kota dan keluarganya terbilang kurang mampu. Melisa bercita-cita menjadi guru matematika. Semangatnya sangat tinggi meski ia belajar dan beraktivitas menggunakan kaki.

Untunglah sekolah Melisa menjalankan program pendidikan inklusif. Ini artinya ada penyesuaian agar anak-anak difabel seperti Melisa dapat bersekolah bersama dengan anak-anak lainnya. Contohnya, di sekolah, ia disediakan meja tulis khusus yang lebih rendah dari tubuhnya. Saat menulis di buku tulis, dia menggenggam pensil dengan jari kakinya. Ketika berdiri di depan papan tulis, kaki kirinya menopang tubuh agar seimbang, sementara kaki kanannya lincah menulis di papan tulis. Walaupun ditulis dengan kaki, tulisan Melisa rapi.

Keterbatasan fisiknya ini ternyata tidak menjadi halangan. Melisa sangat tekun dalam belajar. Ia sangat bersemangat meraih prestasi dan nilai baik. Menurut pengakuan gurunya, Melisa memang sangat jago matematika. Selain itu, Melisa juga hobi membaca. Buku apa pun ia baca. Melisa mengaku, ia membaca buku untuk memperluas wawasan.

Menurut Tri Adi Nurfeni, guru bahasa Indonesia, Melisa meraih cukup banyak prestasi. Melisa pernah juara lomba baca, tulis, dan hitung tingkat kecamatan, dan ditunjuk menjadi duta sekolah karena pengetahuannya yang luas. Berkat pencapaian Melisa, Wakil Bupati Timbul Prihanjoko mengunjungi Melisa di sekolah. Joko, panggilan akrab Wakil Bupati Probolinggo, terharu melihat semangat Melisa untuk meraih cita-cita. Joko dan sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo memberi sejumlah bantuan untuk kelanjutan belajar Melisa. Tidak hanya itu, kabupaten Probolinggo juga merencanakan untuk meluaskan jangkauan sekolah inklusif dan mengadakan pelatihan bagi guru pembimbing khusus di sekolah inklusif.

Melisa menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang dalam meraih prestasi. Berkat ketekunan dalam belajar, Melisa dapat mengatasi keterbatasan yang ada.

(Sumber: Kompas.com, dengan penyesuaian)

Paragraf yang berisi bagian resolusi adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Cerita Inspiratif Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Inspiratif KD3.12 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Percobaan membuat pelangi buatan dengan kaca.

Langkah kerja:

(1) Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

(2) Buatlah ruangan menjadi gelap tanpa ada lubang cahaya yang masuk ke dalam ruangan.

(3) Masukkan kaca ke dalam toples secara serong miring.

(4) Sorotkan cahaya lampu senter ke hadapan kaca dalam toples. Dan perhatikan apa yang terjadi.

(5) Tuangkan air ke dalam toples kaca yang telah disiapkan.

(6) Pelangi akan muncul dari sudut kaca.

Urutan langkah-langkah percobaan tersebut yang benar adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Laporan Percobaan Menulis Laporan Percobaan KD4.2 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Cermati penggalan cerpen berikut!

Aku menutup kembali pintu lemari pakaian. Isak tangis tertahan masih terdengar dari luar kamar. Tanganku meraih daun pintu, menutup pintu kamar yang terbuka sejengkal. Suara tangisan tinggal lamat-lamat.

Aku berjalan pelan menuju jendela, membukanya, lalu duduk di atas kursi. Pagi ini, langit berwarna kelabu. Sejujurnya, sempat melintas pertanyaan di kepalaku, kenapa aku tidak menangis? Kemudian pikiranku mengembara, menyusuri tiap jengkal peristiwa yang terjadi tiga pekan lalu.

”Kamu belum pernah punya anak. Menikah pun belum. Kalaupun toh punya anak, kamu tidak akan pernah punya pengalaman melahirkan. Kamu, laki-laki.”

Aku menatap wajah di depanku, wajah perempuan yang sangat kukenal.

”Aku, ibunya. Aku yang mengandung dan melahirkannya. Kelak kalau kamu punya anak, kamu akan tahu bagaimana rasanya khawatir yang sesungguhnya.”

Pelayan datang. Ia meletakkan dua buah poci, menuangkan poci berisi kopi di gelasku, beralih kemudian menuangkan poci teh di gelas perempuan di depanku. Pelayan itu lalu pergi setelah mempersilakan kami menikmati hidangannya.

”Apa yang dia lakukan selama seminggu berada di tempatmu?”

”Kami banyak jalan-jalan berdua, menonton film, ke toko buku, ke pantai. Kebetulan aku sedang tidak sibuk. Aku pikir, ia sedang liburan sekolah.”

”Sekolah tidak sedang libur, dan ia tidak pamit kepadaku.”

”Mana aku tahu?”

”Dan kamu tidak memberitahuku.”

”Aku pikir ia pergi dengan seizinmu.”

”Kamu bohong. Kamu tahu kalau ia minggat dari rumah.”

Aku diam. Tidak mau memperpanjang urusan pada bagian ini. Aku datang tidak untuk berdebat. Tiga perempuan masuk ke ruangan ini. Bau harum menebar ke seluruh penjuru ruangan.

Perempuan di depanku mendesah. Tangannya meraih tas, mengeluarkan sebungkus rokok, menyulutnya.

”Ia kacau sekali…”

”Ia boleh kacau, tetapi tidak boleh minggat. Ia masih duduk di bangku kelas satu SMA!”

Aku tertawa, ”Kamu tahu, aku minggat pertama kali dari rumah saat kelas satu SMP…”

”Itu kamu. Setiap keluarga punya tata tertib yang tidak boleh dilanggar.”

”Minggat itu memang melanggar tata tertib keluarga. Dan itu pasti ada maksudnya. Tapi aku tidak mau bertengkar. Aku datang jauh-jauh ke sini, hanya untuk mengatakan sesuatu yang kupikir penting menyangkut dia.”

”Apa?”

”Jangan terlalu memaksanya untuk melakukan hal-hal yang tidak disukainya.”

”Hey, kamu hanyalah pamannya. Aku, ibunya!”

”Aku tahu, dan aku tidak sedang ingin merebut apa pun darimu.”

”Tapi kamu seperti sedang menceramahiku tentang bagaimana menjadi seorang ibu yang baik!”

(Dikutip dari cerpen berjudul "Sesaat Sebelum Berangkat" karya Puthut E.A.)

Latar tempat awal mula terjadinya peristiwa di dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Cerita Pendek Identifikasi Unsur Cerita Pendek KD3.5 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Cermati cerpen berikut!

Pertanyaan Misterius Ayah

Hari ini ayah tidak berangkat kerja, dan Dani libur sekolah. Dani yang sedang mengerjakan PR-nya melihat ayahnya sedang sibuk memperbaiki sepeda motornya.

Lantas Dani mendekati ayahnya. "Ada yang bisa Dani bantu, Yah?" tanyanya polos. "Boleh-boleh," jawab ayah. Ayah banyak bercerita tentang sepeda motor pada Dani, Dani pun menikmatinya. "Kalau sudah besar nanti kamu mau jadi apa?" tanya ayah padanya. "Aku ingin jadi pembalap, Yah, seperti Rossi," jawab Dani spontan. "Oh, ya? Hebat kamu. Tapi pembalap harus tahu bagian yang terpenting dari motor, kamu tahu?" tanya ayah. Dani pun berpikir, apa ya yang paling penting? Pada keesokan harinya saat lagi sarapan, Dani menjawab pertanyaan yang diajukan ayah kemarin. Bagian terpenting dari sepeda motor adalah roda, karena tanpa adanya roda motor tidak bisa berjalan. Mendengar jawaban dari Dani, ayah menjawab, "Pintarnya, tapi sayangnya bukan itu."

Dani pun tidak menyerah, setiap hari ia selalu mencoba menjawabnya. Mungkin jawabannya adalah kunci, karena tanpa kunci, motor tidak bisa menyala.

Tapi ayah selalu berkata, "Semakin hari semakin pintar ya, tapi jawabannya belum tepat."

Dani masih belum menyerah. Sampai selesai liburan pun, sesekali ayah menanyakan pertanyaan itu, dan setiap Dani menjawab, pasti ayah berkata, "Kamu sangat pintar, tapi jawabannya kurang tepat, terus dicoba ya."

Karena terus seperti itu, lama-kelamaan Dani mulai bosan. Karena jawaban yang diberikannya belum tepat. Sampai saat ini, ayah tidak pernah mau memberikan jawaban yang sebenarnya. "Jangan kamu bosan jawabnya, karena ini pertanyaan sangat mudah, teruslah berusaha," kata ayah setiap kali Dani mengeluh.

Sesudah Dani lulus SMP, Dani melanjutkan ke SMK dan mengambil jurusan otomotif. Dani pun menanyakan pada gurunya, apa bagian terpenting dari sepeda motor. Jawaban gurunya adalah accu, karena motor takkan bisa menyala tanpa accu.

Dani yakin jawabannya kali ini pasti benar. Sepulang sekolah sambil menunggu dijemput ayah, ia menanyakan pada teman-temannya, apa yang paling penting dari sepeda motor. Bermacam-macam jawaban yang ia dapatkan dari mereka, mulai dari mesin, busi, rem, lampu, sampai bensin dan oli.

Saat di perjalanan Dani menjawab pertanyaan ayah, semua jawabannya yang telah ia dapatkan diceritakan pada ayahnya, namun tetap saja jawaban dari ayah, "Coba lagi." Dani pun mulai berpikir ayah pasti mempermainkannya. Selama perjalanan ia tak berbicara sepatah katapun pada ayahnya.

Sampai di sebuah lampu merah, mereka melihat seorang nenek bersama cucunya sedang mengemis. Ayah memberikan sejumlah uang sambil berkata, "Tolong berikan ini pada mereka, kita masih dibagi rezeki, kita harus saling berbagi."

Dani pun memberikan uang itu ke pengemis tersebut. Hatinya pun tersentuh melihatnya.

Malam harinya, di ruang tamu ayah menyuruh Dani duduk di dekatnya. Ayahnya menasehati Dani supaya jadi anak yang baik dan suka menolong. Dani pun mendengarkan dengan cermat.

"Jadi kamu benar-benar ingin tahu jawaban dari pertanyaan ayah?" tanya ayah secara tiba-tiba. Dani pun bingung dan mengangguk, karena telah bosan dihantui pertanyaan misterius dari ayah. "Kamu tahu, di antara semua jawaban yang kamu berikan, memang tidak ada satupun yang salah, namun ayah ingin kamu belajar sesuatu dari pertanyaan ini. Kamu tahu, bagian terpenting dari sepeda motor adalah 'sadel'," jawab ayah. Dani terkejut, "Apa alasannya, Yah?" tanyanya. Ayah tersenyum dan berkata, "Kau tahu kenapa? Karena dengan sadel, kita bisa membonceng dan berbagi kebahagiaan dengan siapa saja di atas sepeda motor kita. Seperti itu pula harusnya kita hidup, selalu berbagi ke sesama dan memberi selama kita masih diberi rezeki dan waktu untuk hidup di atas muka bumi ini."

(Sumber: materibindo.com)

Salah satu nilai kehidupan yang menonjol dalam cerpen tersebut adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Cerita Pendek Identifikasi Unsur Cerita Pendek KD3.5 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Cermati kutipan cerpen berikut!

Sudah beberapa kali pohon jejawi ini memakan korban, semuanya orang Belanda. Pernah ada seorang pemuda Belanda naik kuda putih besar dan anggun tiba-tiba raib, konon diisap dan kemudian dikunyah-kunyah oleh arwah-arwah gaib penghuni pohon jejawi. Ada pula seorang pemuda Belanda bertubuh gagah, naik sepeda motor besar, melintasi Kroepen Straat dengan kecepatan setan, tiba-tiba tersandung batu besar yang sebelumnya tidak ada, lalu tubuhnya melesat ke udara, dengan cekatan didekap akar-akar pohon jejawi yang bergelantungan di dahan-dahannya, dijepit keras-keras tanpa ampun, kemudian dibanting ke tanah dengan kecepatan setan pula. Tercatat pula paling sedikit lima orang Belanda gantung diri, salah satunya tidak lain adalah seorang perempuan muda yang ketahuan bunting, entah dibuntingi siapa.

(Sumber: cerpenkompas.com)

Majas yang digunakan penulis beserta bukti kalimatnya adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Cerita Pendek Struktur dan Kebahasaan Cerita Pendek KD4.5 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Baca teks berikut ini dengan cermat.

Rencana peluncuran jalur sepeda oleh Pemprov DKI tersebut menuai banyak perdebatan di masyarakat. Riza Maleakhi, seorang pejalan kaki, menilai pembuatan jalur sepeda tersebut tidak efektif. Ia masih melihat banyak sepeda motor yang melintas di jalur sepeda. Ia menambahkan, "Kalau masih banyak motor, pesepeda akan kesulitan lewat jalur itu." Riza juga menuturkan, menurutnya dengan adanya jalur sepeda ini akan semakin menimbulkan kemacetan. "Ya, nanti malah macet, soalnya lintasannya semakin menyempit. Itu nanti kan mobil dan motor jadi semakin menumpuk di jalan," ujarnya.

(Sumber: Kompas.com, dengan penyesuaian).

Kutipan teks diskusi di atas merupakan bagian ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Teks Diskusi Struktur dan Kebahasaan Teks Diskusi KD4.9 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Alat dan Bahan

1. 1 buah mikroskop

2. 1 buah cover glass

3. 1 buah objek glass

4. Preparat daun zea mays (jagung)

Yang dimaksud dengan bahan di dalam cuplikan teks tersebut adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Laporan Percobaan Identifikasi Laporan Percobaan KD3.1 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Nilai xx yang memenuhi persamaan x23x10=0x^2-3x-10=0 adalah...

Matematika Level 9 Bilangan Persamaan Kuadrat Akar-Akar Persamaan Kuadrat Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Matematika

Cek Contoh Kuis Online

Kejar Kuis

Cek Contoh Bank Soal

Kejar Soal