Latihan Kimia Kelas XI Pengaruh Ion Senama pada Kelarutan
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 4
2. 4
3. 3
4. 3
5. 2
6+. 0
  • Pilgan

    Proses pelarutan Mg(OH)2 dalam larutan MgCO3 akan menyebabkan kelarutan Mg(OH)2 menurun. Hal ini disebabkan ....

    A

    kenaikan pH

    B

    peningkatan konsentrasi ion hidroksida

    C

    perubahan volume larutan

    D

    peningkatan konsentrasi ion magnesium

    E

    Ksp Mg(OH)2 naik

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Faktor yang memengaruhi kelarutan:

    1. Suhu. Semakin tinggi suhu yang digunakan dalam proses pelarutan maka semakin mudah suatu zat untuk larut.
    2. Jenis pelarut. Kepolaran dari pelarut harus mirip atau sama dengan padatan yang akan dilarutkan. Semakin mirip kepolaran keduanya maka semakin besar kelarutannya.
    3. Keberadaan ion senama. Keberadaan ion senama akan menurunkan kecepatan pelarutan. Ion senama akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah kiri atau ke arah pembentukan padatan.

    Analisis opsi jawaban:

    • Jawaban "Ksp Mg(OH)2 naik" salah nilai tetapan hasil kali kelarutan akan tetap dalam suhu yang sama.
    • Jawaban "kenaikan pH" salah karena dalam soal tidak disebutkan adanya perubahan pH.
    • Jawaban "perubahan volume larutan" salah karena tidak dijelaskan secara lebih lanjut dalam soal mengenai volume larutan yang digunakan.
    • Jawaban "peningkatan konsentrasi ion hidroksida" salah karena sumber dari ion hidroksida tetap sama yaitu Mg(OH)2.
    • Jawaban "peningkatan konsentrasi ion magnesium" benar. Penambahan ion sejenis akan menggeser kesetimbangan ke arah padatan, sehingga ion-ion dalam larutan akan berkurang.

    Proses pelarutan Mg(OH)2 dalam larutan MgCO3 akan menyebabkan kelarutan Mg(OH)2 menurun. Hal ini disebabkan adanya peningkatan konsentrasi ion magnesium.

  • Pilgan

    Penambahan ion sejenis ke dalam suatu larutan X akan menyebabkan ....

    A

    pembentukan endapan X berkurang

    B

    larutan X tidak akan mencapai keadaan jenuh

    C

    tingkat kelarutan X bertambah

    D

    terjadi perubahan nilai Ksp pada suhu yang sama

    E

    jumlah ion dalam larutan berkurang

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut : dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Faktor yang memengaruhi kelarutan:

    1. Suhu. Semakin tinggi suhu yang digunakan dalam proses pelarutan maka semakin mudah suatu zat untuk larut.
    2. Jenis pelarut. Kepolaran dari pelarut harus mirip atau sama dengan padatan yang akan dilarutkan. Semakin mirip kepolaran keduanya maka semakin besar kelarutannya.
    3. Keberadaan ion senama. Keberadaan ion senama akan menurunkan kecepatan pelarutan. Ion senama akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah kiri atau ke arah pembentukan padatan.

    Analisis opsi jawaban:

    • Jawaban "pembentukan endapan X berkurang" salah. Penambahan ion sejenis akan menurunkan kelarutan sehingga pembentukan endapan X makin bertambah.
    • Jawaban "tingkat kelarutan X bertambah" salah. Penambahan ion sejenis akan menggeser kesetimbangan ke arah padatan sehingga kelarutan berkurang.
    • Jawaban "larutan X tidak akan mencapai keadaan jenuh" salah. Penambahan ion sejenis akan menurunkan kelarutan sehingga makin mudah mengendap dan makin mudah mencapai keadaan jenuh.
    • Jawaban "terjadi perubahan nilai Ksp pada suhu yang sama" salah. Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) akan bernilai sama pada suhu yang sama.
    • Jawaban "jumlah ion dalam larutan berkurang" benar. Penambahan ion sejenis akan menggeser kesetimbangan ke arah padatan X, sehingga ion-ion dalam larutan akan berkurang.

    Jadi penambahan ion sejenis ke dalam suatu larutan X akan menyebabkan jumlah ion dalam larutan berkurang.

  • Pilgan

    Dalam suatu wadah, terdapat padatan besi(II) sulfida yang dilarutkan sehingga mengalami proses disosiasi sebagai berikut.

    FeS(s)  Fe2+(aq)  S2-(aq)

    Jika ke dalam wadah tersebut dialirkan gas H2S, maka pernyataan berikut yang benar adalah ....

    A

    kesetimbangan bergeser ke kanan dan ion sulfida semakin banyak

    B

    kesetimbangan tidak bergeser dan kelarutan padatan FeS tetap

    C

    kesetimbangan bergeser ke kanan dan kelarutan FeS meningkat

    D

    kesetimbangan bergeser ke kiri dan jumlah ion besi meningkat

    E

    kesetimbangan bergeser ke kiri dan padatan FeS semakin banyak

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Reaksi yang terjadi dalam wadah:

    FeS(s) \rightleftharpoons Fe2+(aq) ++ S2-(aq)

    H2S(s) \longrightarrow 2H+(aq) ++ S2-(aq)

    Ion S2- dari H2S akan menyebabkan jumlah ion S2- semakin banyak sehingga kesetimbangan bergeser ke arah kiri (padatan FeS). Hal ini akan menyebabkan kelarutan dari FeS menurun.

    Jadi pernyataan yang benar adalah kesetimbangan bergeser ke kiri dan padatan FeS semakin banyak.

  • Pilgan

    Jika seng(II) hidroksida dilarutkan dalam larutan NaOH dengan pH 10, maka pernyataan di bawah ini yang benar adalah ....

    A

    kelarutannya akan naik jika pelarutnya diganti menjadi larutan AgOH pH 13

    B

    kelarutannya akan turun jika pelarutnya diganti menjadi larutan AgOH pH 8

    C

    kelarutannya akan lebih rendah dibanding kelarutan di dalam air

    D

    kelarutannya akan bertambah jika konsentrasi NaOH ditingkatkan

    E

    kelarutannya berkurang jika konsentrasi NaOH diturunkan

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut : dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Faktor yang memengaruhi kelarutan.

    1. Suhu. Semakin tinggi suhu yang digunakan dalam proses pelarutan maka semakin mudah suatu zat untuk larut.
    2. Jenis pelarut. Kepolaran dari pelarut harus mirip atau sama dengan padatan yang akan dilarutkan. Semakin mirip kepolaran keduanya maka semakin besar kelarutannya.
    3. Keberadaan ion senama. Keberadaan ion senama akan menurunkan kecepatan pelarutan sebab ion senama akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah kiri atau ke arah pembentukan padatan.


    Seng(II) hidroksida : Zn(OH)2

    Proses disosiasi yang terjadi dalam air adalah sebagai berikut.

    Zn(OH)2(s) \rightleftharpoons Zn2+(aq) ++ 2OH-(aq)

    Ketika dilarutkan, seng(II) hidroksida akan terurai menjadi ion seng (Zn2+) dan ion hidroksida (OH-). Penambahan pH (semakin basa) akan menyebabkan jumlah ion hidroksida (pembawa sifat basa) semakin banyak terdapat dalam larutan. Hal ini akan menyebabkan jumlah ion hidroksida total dalam larutan naik dan kesetimbangan bergeser ke arah kiri atau ke arah padatan seng(II) hidroksida. Akibatnya, makin banyak terbentuk padatan seng(II) hidroksida dan kelarutannya makin rendah.


    Analisis opsi jawaban:

    • Jawaban "kelarutannya akan naik jika pelarutnya diganti menjadi larutan AgOH pH 13" salah karena jumlah ion hidroksida dalam larutan akan semakin banyak sehingga kelarutan seng(II) hidroksida akan turun.
    • Jawaban "kelarutannya akan turun jika pelarutnya diganti menjadi larutan AgOH pH 8" salah karena jumlah ion hidroksida dalam larutan akan menurun dibandingkan pelarutan dalam NaOH pH 10 sehingga seharusnya kelarutan seng(II) hidroksida naik.
    • Jawaban "kelarutannya akan bertambah jika konsentrasi NaOH ditingkatkan" salah karena penambahan konsentrasi NaOH akan menambah jumlah ion hidroksida dalam larutan sehingga seng(II) hidroksida akan makin sulit larut (kelarutan menurun).
    • Jawaban "kelarutannya berkurang jika konsentrasi NaOH diturunkan" salah karena pengurangan konsentrasi NaOH akan menurunkan jumlah ion hidroksida dalam larutan sehingga seng(II) hidroksida akan makin mudah larut (kelarutan meningkat).
    • Jawaban "kelarutannya akan lebih rendah dibanding kelarutan di dalam air" benar karena di dalam air, jumlah ion hidroksida lebih rendah dibandingkan dalam larutan NaOH pH 8 sehingga kelarutan seng(II) hidroksida dalam air akan lebih tinggi.

    Jadi pernyataan yang benar mengenai pelarutan seng(II) hidroksida dalam larutan NaOH dengan pH 10 adalah kelarutannya akan lebih rendah dibanding kelarutan di dalam air.

  • Pilgan

    Larutan manakah di bawah ini yang akan melarutkan Ni(OH)2 paling baik? (Ksp Ni(OH)2  2,3  10-16)

    A

    Larutan E (pH  8)

    B

    Larutan B (pH  11)

    C

    Larutan A (pH  12)

    D

    Larutan D (pH  9)

    E

    Larutan C (pH  10)

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Ksp Ni(OH)2 == 2,3 ×\times 10-16

    pH larutan A == 12

    pH larutan B == 11

    pH larutan C == 10

    pH larutan D == 9

    pH larutan E == 8

    Ditanya: Larutan yang paling baik untuk melarutkan Ni(OH)2?

    Dijawab:

    Reaksi pelarutan yang terjadi pada Ni(OH)2 adalah sebagai berikut.

    Ni(OH)2(s) \rightleftharpoons 2OH-(aq++ Ni2+(aq)


    Larutan A (pH == 12)

    pOH=14pH\text{pOH}=14-\text{pH}

    =1412=14-12

    =2=2

    [OH]=10pOH=102\left[\text{OH}^-\right]=10^{-\text{pOH}}=10^{-2}

    Konsentrasi ion-ion penyusunnya menjadi sebagai berikut:

    [OH]=2s+102102\left[\text{OH}^-\right]=2s+10^{-2}\approx10^{-2}

    [Ni2+]=s\left[\text{Ni}^{2+}\right]=s

    Ksp Ni(OH)2=[OH]2[Ni2+]K_{\text{sp}}\ \text{Ni(OH)}_2=\left[\text{}\text{OH}^-\right]^2\left[\text{Ni}^{2+}\right]

    2,3×1016=(102)2(s)2,3\times10^{-16}=\left(10^{-2}\right)^2\left(s\right)

    s=2,3×1016104s=\frac{2,3\times10^{-16}}{10^{-4}}

    s=2,3×1012s=2,3\times10^{-12}


    Larutan B (pH == 11)

    pOH=14pH\text{pOH}=14-\text{pH}

    =1411=14-11

    =3=3

    [OH]=10pOH=103\left[\text{OH}^-\right]=10^{-\text{pOH}}=10^{-3}

    Konsentrasi ion-ion penyusunnya menjadi sebagai berikut:

    [OH]=2s+103103\left[\text{OH}^-\right]=2s+10^{-3}\approx10^{-3}

    [Ni2+]=s\left[\text{Ni}^{2+}\right]=s

    Ksp Ni(OH)2=[OH]2[Ni2+]K_{\text{sp}}\ \text{Ni(OH)}_2=\left[\text{}\text{OH}^-\right]^2\left[\text{Ni}^{2+}\right]

    2,3×1016=(103)2(s)2,3\times10^{-16}=\left(10^{-3}\right)^2\left(s\right)

    s=2,3×1016106s=\frac{2,3\times10^{-16}}{10^{-6}}

    s=2,3×1010s=2,3\times10^{-10}


    Larutan C (pH == 10)

    pOH=14pH\text{pOH}=14-\text{pH}

    =1410=14-10

    =4=4

    [OH]=10pOH=104\left[\text{OH}^-\right]=10^{-\text{pOH}}=10^{-4}

    Konsentrasi ion-ion penyusunnya menjadi sebagai berikut:

    [OH]=2s+104104\left[\text{OH}^-\right]=2s+10^{-4}\approx10^{-4}

    [Ni2+]=s\left[\text{Ni}^{2+}\right]=s

    Ksp Ni(OH)2=[OH]2[Ni2+]K_{\text{sp}}\ \text{Ni(OH)}_2=\left[\text{}\text{OH}^-\right]^2\left[\text{Ni}^{2+}\right]

    2,3×1016=(104)2(s)2,3\times10^{-16}=\left(10^{-4}\right)^2\left(s\right)

    s=2,3×1016108s=\frac{2,3\times10^{-16}}{10^{-8}}

    s=2,3×108s=2,3\times10^{-8}


    Larutan D (pH == 9)

    pOH=14pH\text{pOH}=14-\text{pH}

    =149=14-9

    =5=5

    [OH]=10pOH=105\left[\text{OH}^-\right]=10^{-\text{pOH}}=10^{-5}

    Konsentrasi ion-ion penyusunnya menjadi sebagai berikut:

    [OH]=2s+105105\left[\text{OH}^-\right]=2s+10^{-5}\approx10^{-5}

    [Ni2+]=s\left[\text{Ni}^{2+}\right]=s

    Ksp Ni(OH)2=[OH]2[Ni2+]K_{\text{sp}}\ \text{Ni(OH)}_2=\left[\text{}\text{OH}^-\right]^2\left[\text{Ni}^{2+}\right]

    2,3×1016=(105)2(s)2,3\times10^{-16}=\left(10^{-5}\right)^2\left(s\right)

    s=2,3×10161010s=\frac{2,3\times10^{-16}}{10^{-10}}

    s=2,3×106s=2,3\times10^{-6}


    Larutan E (pH == 8)

    pOH=14pH\text{pOH}=14-\text{pH}

    =148=14-8

    =6=6

    [OH]=10pOH=106\left[\text{OH}^-\right]=10^{-\text{pOH}}=10^{-6}

    Konsentrasi ion-ion penyusunnya menjadi sebagai berikut:

    [OH]=2s+106106\left[\text{OH}^-\right]=2s+10^{-6}\approx10^{-6}

    [Ni2+]=s\left[\text{Ni}^{2+}\right]=s

    Ksp Ni(OH)2=[OH]2[Ni2+]K_{\text{sp}}\ \text{Ni(OH)}_2=\left[\text{}\text{OH}^-\right]^2\left[\text{Ni}^{2+}\right]

    2,3×1016=(106)2(s)2,3\times10^{-16}=\left(10^{-6}\right)^2\left(s\right)

    s=2,3×10161012s=\frac{2,3\times10^{-16}}{10^{-12}}

    s=2,3×104s=2,3\times10^{-4}

    Kelarutan Ni(OH)2 memiliki nilai terbesar ketika berada dalam larutan E dengan pH 8 sehingga larutan yang akan melarutkan Ni(OH)2 paling baik adalah larutan E (pH == 8).

  • Pilgan

    Kelarutan CaSO4 dalam air adalah 1,3  10-3 mol/L. Kelarutan garam tersebut dalam larutan H2SO4 0,2 M adalah ....

    A

    2,64  10-3 M

    B

    1,05  10-3 M

    C

    8,45  10-6 M

    D

    4,23  10-6 M

    E

    1,69  10-6 M

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    s CaSO4 == 1,3 ×\times 10-3 mol/L

    [H2SO4] == 0,2 mol/L

    Ditanya: s CaSO4 dalam larutan H2SO4?

    Dijawab:

    CaSO4(s) \rightleftharpoons Ca2+(aq) ++ SO42-(aq)

    Ksp=[Ca2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Ca}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]^{ }

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =s2=s^2

    =(1,3×103 )2=\left(1,3\times10^{-3}\ \text{}\right)^2

    =1,69×106=1,69\times10^{-6}

    H2SO4(aq) \longrightarrow 2H+(aq) ++ SO42-(aq)

    [SO42]=[H2SO4]=0,2 M\left[\text{SO}_4^{2-}\right]^{ }=\left[\text{H}_2\text{SO}_4\right]=0,2\ \text{M}

    Proses pelarutan dalam asam sulfat 0,2 M.

    [SO42]=(s+0,2)0,2 M\left[\text{SO}_4^{2-}\right]=\left(s+0,2\right)\approx0,2\ \text{M}

    [Ca2+]=s\left[\text{}\text{Ca}^{2+}\right]=s

    Ksp=[Ca2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Ca}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]^{ }

    1,69×106=(s)(0,2)1,69\times10^{-6}=\left(s\right)\left(0,2\right)

    s=1,69×1060,2s=\frac{1,69\times10^{-6}}{0,2}

    s=8,45×106s=8,45\times10^{-6}

    Kelarutan CaSO4 dalam H2SO4 0,2 M == s == 8,45 ×\times 10-6 M.

    Maka kelarutan garam kalsium sulfat dalam asam sulfat 0,2 M adalah 8,45 ×\times 10-6 M.

  • Pilgan

    Padatan A2B3 merupakan padatan garam yang sukar larut dalam air, padatan ini terbentuk dari ion logam A dan ion kompleks B. Tetapan hasil kali kelarutan dari padatan A2B3 adalah 1,5  10-14. Setelah penambahan larutan yang mengandung ion senama dari anion A2B3 (membentuk larutan tepat jenuh), kelarutan garam tersebut turun 200 kali. Berapakah konsentrasi dari ion senama tersebut?

    A

    3,560 M

    B

    0,350 M

    C

    0,069 M

    D

    0,035 M

    E

    0,690 M

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut : dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Ksp A2B3 == 1,5 ×\times 10-14

    s1 A2B3 : kelarutan A2B3 dalam air

    s2 A2B3 : kelarutan dalam larutan yang mengandung ion senama

    s2 A2B3 =1200=\frac{1}{200} s1 A2B3

    Ditanya: Konsentrasi ion senama?

    Dijawab:

    Reaksi pelarutan yang terjadi pada A2B3 adalah sebagai berikut.

    A2B3(s) \rightleftharpoons 2A3+(aq++ 3B2-(aq)

    Kation : A3+

    Anion : B2-

    Ion senama dengan anion A2B3, maka ion senamanya adalah B2-.

    Ksp A2B3=[A3+]2[B2]3K_{\text{sp}}\ \text{A}_2\text{B}_3=\left[\text{}\text{A}^{3+}\right]^2\left[\text{B}^{2-}\right]^3

    1,5×1014=(2s)2(3s)31,5\times10^{-14}=\left(2s\right)^2\left(3s\right)^3

    1,5×1014=108s51,5\times10^{-14}=108s^5

    s=1,5×10141085s=\sqrt[5]{\frac{1,5\times10^{-14}}{108}}

    s=6,73×104s=6,73\times10^{-4}

    s1=6,73×104s_1=6,73\times10^{-4}

    Maka kelarutan dalam larutan yang mengandung ion senama sebagai berikut.

    s2=1200s1s_2=\frac{1}{200}s_1

    =1200×6,73×104=\frac{1}{200}\times6,73\times10^{-4}

    =3,37×106=3,37\times10^{-6}

    Larutan tepat jenuh artinya Ksp=Qsp=1,5×1014K_{\text{sp}}=Q_{\text{sp}}=1,5\times10^{-14}

    Qsp A2B3=[A3+]2[B2]3Q_{\text{sp}}\ \text{A}_2\text{B}_3=\left[\text{}\text{A}^{3+}\right]^2\left[\text{B}^{2-}\right]^3

    1,5×1014=(2s)2×[B2]31,5\times10^{-14}=\left(2s\right)^2\times\left[\text{B}^{2-}\right]^3

    1,5×1014=(2s2)2×[B2]31,5\times10^{-14}=\left(2s_2\right)^2\times\left[\text{B}^{2-}\right]^3

    1,5×1014=(2×3,37×106)2×[B2]31,5\times10^{-14}=\left(2\times3,37\times10^{-6}\right)^2\times\left[\text{B}^{2-}\right]^3

    [B2]3=1,5×1014(2×3,37×106)2\left[\text{B}^{2-}\right]^3=\frac{1,5\times10^{-14}}{\left(2\times3,37\times10^{-6}\right)^2}

    [B2]=1,5×1014(2×3,37×106)23\left[\text{B}^{2-}\right]=\sqrt[3]{\frac{1,5\times10^{-14}}{\left(2\times3,37\times10^{-6}\right)^2}}

    [B2]=0,069\left[\text{B}^{2-}\right]=0,069

    Jika kelarutan garam A2B3 turun 200 kali, maka konsentrasi dari ion senama adalah sebesar 0,069 M.

  • Pilgan

    Alan ingin melarutkan padatan timbal(II) fluorida dalam timbal (II) klorida yang baru dibelinya dari toko bahan kimia. Alan mengingat percobaan yang belum terlaksana sebelumnya, yaitu penentuan kelarutan padatan dalam berbagai jenis pelarut. Ia kemudian membuat larutan timbal(II) iodida dengan konsentrasi 0,1 M. Larutan tersebut kemudian digunakan untuk melarutkan padatan timbal(II) fluorida dengan tetapan hasil kali kelarutan sebesar 3,6  10-8. Berapakah volume pelarut yang harus ditambahkan agar 2,94 mg padatan timbal(II) fluorida dapat larut?

    A

    0,04 mL

    B

    0,50 mL

    C

    0,40 mL

    D

    50 mL

    E

    40 mL

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Ksp PbF2 == 3,6 ×\times 10-8

    [PbI2] == 0,1 M

    Ditanya: massa PbI2?

    Dijawab:

    Reaksi pelarutan yang terjadi pada timbal(II) fluorida

    PbF2(s) \rightleftharpoons Pb2+(aq++ 2F2-(aq)

    Pelarut yang digunakan yaitu timbal(II) iodida akan mengalami disosiasi dengan reaksi sebagai berikut.

    PbI2(aq\longrightarrow Pb2+(aq++ 2I-(aq)

    [Pb2+]=[PbI2]=0,1 M\left[\text{Pb}^{2+}\right]=\left[\text{PbI}_2\right]=0,1\ \text{M}


    Kelarutan PbF2 dalam PbI2

    [Pb2+]=(s+0,1) M0,1 M\left[\text{Pb}^{2+}\right]=\left(s+0,1\right)\ \text{M}\approx0,1\ \text{M}

    [F]=2s\left[\text{}\text{F}^-\right]=2s

    Ksp=[F]2[Pb2+]K_{\text{sp}}=\left[\text{F}^-\right]^2\left[\text{}\text{Pb}^{2+}\right]^{ }

    3,6×108=(2s)2(0,1)3,6\times10^{-8}=\left(2s\right)^2\left(0,1\right)

    3,6×108=(4s2)(0,1)3,6\times10^{-8}=\left(4s^2\right)\left(0,1\right)

    s2=3,6 × 1080,1 × 4s^2=\frac{3,6\ \times\ 10^{-8}}{0,1\ \times\ 4}

    s=3,6 × 1080,1 × 4s=\sqrt{\frac{3,6\ \times\ 10^{-8}}{0,1\ \times\ 4}}

    s=3×104s=3\times10^{-4}

    Maka kelarutan PbF2 dalam PbI2 adalah 3 ×\times 10-4 M.

    [PbF2]=3×104 M\left[\text{PbF}_2\right]=3\times10^{-4}\ \text{M}

    mol PbF2=massa PbF2MrPbF2\text{mol PbF}_2=\frac{\text{massa}\ \text{PbF}_2}{M_{\text{r}}\text{PbF}_2}

    =2,94×103 g245 g mol1=\frac{2,94\times10^{-3}\ \text{g}}{245\ \text{g}\ \text{mol}^{-1}}

    =1,2×105 mol=1,2\times10^{-5}\ \text{mol}

    Vpelarut=mol PbF2[PbF2]V_{\text{pelarut}}=\frac{\text{mol PbF}_2}{\left[\text{PbF}_2\right]}

    =1,2×105 mol3×104 M=\frac{1,2\times10^{-5}\ \text{mol}}{3\times10^{-4}\ \text{M}}

    =0,04 L=0,04\ \text{L}

    Pelarut : PbI2

    VPbI2=0,04 L=40 mLV_{\text{PbI}_2}=0,04\ \text{L}=40\ \text{mL}

    Jadi, volume pelarut yang harus ditambahkan agar 2,94 mg padatan timbal(II) fluorida dapat larut adalah 40 mL.

  • Pilgan

    Padatan BaSO4 diperoleh dari reaksi antara 0,005 mmol Ba(OH)2 20 mL dan 0,003 mmol K2SO4 30 mL dengan kondisi larutan tepat jenuh. Jika kemudian BaSO4 dilarutkan dalam asam sulfat 0,01 M, bagaimanakah kelarutan tersebut dibandingkan dengan kelarutan BaSO4 dalam air?

    A

    258 kali lebih rendah

    B

    129 kali lebih tinggi

    C

    65 kali lebih tinggi

    D

    129 kali lebih rendah

    E

    65 kali lebih rendah

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Perbandingan nilai Qsp dan Ksp dapat memberikan informasi apakah suatu larutan belum jenuh, tepat jenuh, atau jenuh. Kondisi ini dibagi menjadi 3 sebagai berikut.

    1. Qsp << Ksp menunjukkan larutan belum mencapai keadaan jenuh sehingga belum ada endapan.
    2. Qsp == Ksp menunjukkan larutan tepat jenuh dan belum terbentuk endapan.
    3. Qsp >> Ksp menunjukkan larutan mencapai keadaan jenuh dan telah terbentuk endapan.

    Diketahui:

    mol Ba(OH)2=0,005 mmol=5×106 mol\text{mol Ba}\text{(OH)}_2=0,005\ \text{mmol}=5\times10^{-6}\ \text{mol}

    mol K2SO4=0,003 mmol=3×106 mol\text{mol K}_2\text{SO}_4=0,003\ \text{mmol}=3\times10^{-6}\ \text{mol}

    [H2SO4]=0,01 M\left[\text{H}_2\text{SO}_4\right]=0,01\ \text{M}

    Vtotal=(20+30) mL=50 mL=0,05 LV_{\text{total}}=\left(20+30\right)\ \text{mL}=50\ \text{mL}=0,05\ \text{L}

    Padatan yang terbentuk : BaSO4

    Kondisi larutan tepat jenuh artinya Qsp == Ksp

    Ditanya: kelarutan BaSO4?

    Dijawab:

    Proses reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    Ba(OH)2(aq) ++ K2SO4(aq) \longrightarrow BaSO4(s) ++ 2KOH(aq)

    Proses pencampuran Ba(OH)2 dan K2SO4 menyebabkan kedua senyawa tersebut mengalami pengenceran dengan volume akhir keduanya sama, yaitu 50 mL.

    Padatan yang mungkin terbentuk adalah BaSO4.

    BaSO4(s) \rightleftharpoons Ba2+(aq) ++ SO42-(aq)

    Padatan tersebut akan terurai menjadi ion Ba2+ dan SO42- sehingga jumlah ion-ion ini harus ditentukan terlebih dahulu berdasarkan jumlah mol dari pereaksinya (Ba(OH)2 dan K2SO4)

    Ba(OH)2(aq) \longrightarrow Ba2+(aq) ++ 2OH-(aq)

    mol Ba2+=mol Ba(OH)2=5×106 mol\text{mol Ba}^{2+}=\text{mol}\ \text{Ba(OH)}_2=5\times10^{-6}\ \text{mol}

    [Ba2+]=mol Ba2+Vtotal=5×106 mol0,05 L=1×104 M\left[\text{Ba}^{2+}\right]=\frac{\text{mol Ba}^{2+}}{V_{\text{total}}}=\frac{5\times10^{-6}\ \text{mol}}{0,05\ \text{L}}=1\times10^{-4}\ \text{M}


    K2SO4(aq) \longrightarrow 2K+(aq) ++ SO42-(aq)

    mol SO42=mol K2SO4=3×106 mol\text{mol SO}_4^{2-}=\text{mol}\ \text{K}_2\text{SO}4=3\times10^{-6}\ \text{mol}

    [SO42]=mol SO42Vtotal=3×106 mol0,05 L=6×105 M\left[\text{SO}_4^{2-}\right]=\frac{\text{mol SO}_4^{2-}}{V_{\text{total}}}=\frac{3\times10^{-6}\ \text{mol}}{0,05\ \text{L}}=6\times10^{-5}\ \text{M}


    Kondisi yang terbentuk tepat jenuh sehingga

    Qsp=Ksp=[Ba2+][SO42]Q_{\text{sp}}=K_{\text{sp}}=\left[\text{Ba}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    =(1×104)(6×105)=\left(1\times10^{-4}\right)\left(6\times10^{-5}\right)

    =6×109=6\times10^{-9}


    Penentuan kelarutan BaSO4 dalam air

    BaSO4(s) \rightleftharpoons Ba2+(aq) ++ SO42-(aq)

    Ksp=[Ba2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{Ba}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    6×109=(s)(s)6\times10^{-9}=\left(s\right)\left(s\right)

    6×109=s26\times10^{-9}=s^2

    s=6×109s=\sqrt{6\times10^{-9}}

    s=7,75×105s=7,75\times10^{-5}


    Penentuan kelarutan BaSO4 dalam H2SO4 0,01 M

    H2SO4(aq) \longrightarrow 2H+(aq) ++ SO42-(aq)

    [SO42]=[H2SO4]=0,01 M\left[\text{SO}_4^{2-}\right]=\left[\text{H}_2\text{SO}_4\right]=0,01\ \text{M}


    Ksp=Qsp=6×109K_{\text{sp}}=Q_{\text{sp}}=6\times10^{-9}

    Ksp=[Ba2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{Ba}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    6×109=(s)(0,01)6\times10^{-9}=\left(s\right)\left(0,01\right)

    s=6×1090,01s=\frac{6\times10^{-9}}{0,01}

    s=6×107s=6\times10^{-7}

    Penurunan kelarutan BaSO4=kelarutan dalam airkelarutan dalam asam sulfat=7,75×1056×107=129,167129\text{Penurunan kelarutan BaSO}_4=\frac{\text{kelarutan dalam air}}{\text{kelarutan dalam asam sulfat}}=\frac{7,75\times10^{-5}}{6\times10^{-7}}=129,167\approx129

    Jadi kelarutan BaSO4 dalam asam sulfat 0,01 M yaitu 129 kali lebih rendah dari kelarutannya dalam air.

  • Pilgan

    Rey harus melarutkan senyawa AgOH dengan cepat untuk penelitiannya di siang hari nanti. Namun, ia baru mengetahui bahwa AgOH termasuk senyawa yang sukar larut dalam air (s AgOH  1,4  10-4). Akhirnya setelah mencari informasi dari berbagai literatur, salah satu cara meningkatkan kelarutan suatu senyawa adalah dengan mengubah tingkat keasaman larutan. Jika Rey kemudian dapat meningkatkan kelarutan AgOH hingga 14 kali lebih besar, maka pH dari larutan yang digunakan sebesar ....

    A

    11,0

    B

    7,0

    C

    9,0

    D

    13,0

    E

    5,0

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    s AgOH == 1,4 ×\times 10-4

    s2 AgOH == 14s AgOH

    Ditanya: pH larutan akhir?

    Dijawab:

    Reaksi pelarutan yang terjadi pada AgOH adalah sebagai berikut.

    AgOH(s) \rightleftharpoons Ag+(aq++ OH-(aq)

    Ksp AgOH=[Ag+][OH]K_{\text{sp}}\ \text{AgOH}=\left[\text{Ag}^+\right]\left[\text{}\text{OH}^-\right]

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =(1,4×104)2=\left(1,4\times10^{-4}\right)^2

    =1,96×108=1,96\times10^{-8}

    Ksp FeOH=1,96×108K_{\text{sp}}\ \text{FeOH}=1,96\times10^{-8}


    Kelarutan AgOH dalam larutan baru

    s2 AgOH=14×s AgOHs_2\ \text{AgOH}=14\times s\ \text{AgOH}

    =14×1,4×104=14\times1,4\times10^{-4}

    =1,96×103=1,96\times10^{-3}


    Ksp AgOH=[Ag+][OH]K_{\text{sp}}\ \text{AgOH}=\left[\text{Ag}^+\right]\left[\text{}\text{OH}^-\right]

    1,96×108=(1,96×103)[OH]1,96\times10^{-8}=\left(1,96\times10^{-3}\right)\left[\text{OH}^-\right]

    [OH]=1,96×1081,96×103\left[\text{OH}^-\right]=\frac{1,96\times10^{-8}}{1,96\times10^{-3}}

    [OH]=1,0×105\left[\text{OH}^-\right]=1,0\times10^{-5}


    pOH=log[OH]\text{pOH}=-\log\left[\text{OH}^-\right]

    =log (1,0×105)=-\log\ \left(1,0\times10^{-5}\right)

    =5=5


    pH=14pOH\text{pH}=14-\text{pOH}

    =145=14-5

    =9=9

    Maka pH larutan yang digunakan Rey sebesar 9.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 332.175 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.