Langkah-langkah mencari daerah penyelesaian dari pertidaksamaan kuadrat dua variabel adalah sebagai berikut.
Langkah pertama adalah melukis kurva pembatas
kurva pembatas pada pertidaksamaan di atas adalah y=2x2−3
Cara melukis kurva pembatas dengan mencari titik potong garis dengan sumbu x dan sumbu y
Titik potong sumbu y
x=0, maka
y=2(0)2−3
y=0−3
y=−3
sehingga diperoleh titik potong (0,−3)
Titik potong sumbu x
y=0, maka
2x2−3=0
2x2=3
x2=23
x=±23
sehingga diperoleh titik potong (−23,0) dan (23,0)
Selanjutnya mencari koordinat titik puncak dengan rumus
x=−2ab dan y=−4aD dengan D=b2−4ac
Karena y=2x2−3 dengan a=2,b=0,c=−3, maka
x=−2(2)0
x=−40
x=−0
y=−4(2)(0)2−4(2)(−3)
y=−80+24
y=−824
y=−3
sehingga diperoleh titik puncak (0,−3)
Selanjutnya, lukis kurva pembatas dengan ketentuan:
Jika pertidaksamaan memuat tanda < atau > , maka kurva pembatasnya digambar dengan garis putus-putus
Jika pertidaksamaan memuat tanda ≤ atau ≥ , maka kurva pembatasnya digambar dengan garis penuh.
Pada pertidaksamaan di atas memuat tanda ≥ sehingga kurva pembatasnya berupa garis penuh.
Langkah kedua adalah melukis daerah penyelesaian
Perhatikan tanda koefisien y dan tanda pertidaksamaan
Jika koefisien y >0 maka bernilai positif (+)
Jika koefisien y <0 maka bernilai negatif (−)
Jika tanda pertidaksamaan berupa > atau ≥ maka bernilai positif (+)
Jika tanda pertidaksamaan berupa < atau ≤ maka bernilai negatif (−)
Lakukan perkalian tanda koefisien dengan tanda pertidaksamaan
(+)×(+)=(+), maka diarsir di atas kurva pembatas
(−)×(−)=(+), maka diarsir di atas kurva pembatas
(+)×(−)=(−), maka diarsir di bawah kurva pembatas
(−)×(+)=(−), maka diarsir di bawah kurva pembatas
Dengan demikian,
pada pertidaksamaan di atas koefisien y >0 dan tanda pertidaksamaan berupa ≥, maka hasil kalinya
(+)×(+)=(+), maka diarsir di atas kurva pembatas
Sehingga diperoleh daerah penyelesaian seperti berikut
