Contoh Soal

Fluida Dinamik – Fisika SMA

Sampel materi untuk guru yang ingin cari soal latihan. Temukan bank soal lengkap dan update dengan cara mendaftar gratis. Kirim soal-soal ini ke murid di kelas Bapak/Ibu Guru lewat Google Classroom, dalam bentuk kuis online, tautan kuis, file kuis, atau cetak langsung!

    1.

    Perhatikan sifat-sifat fluida berikut!

    1. Jenis aliran fluida merupakan aliran tunak.
    2. Fluida bersifat kompresibel.
    3. Viskositas fluida bernilai 0.
    4. Bentuk garis aliran fluida adalah turbulen.

    Pernyataan yang benar tentang fluida ideal adalah ....

    A

    (1), (2), dan (3)

    B

    (1) dan (3)

    C

    (2) dan (4)

    D

    (4) saja

    E

    semua benar

    Pembahasan:

    Fluida ideal merupakan fluida yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut

    1. Jenis aliran fluida merupakan aliran tunak, yaitu kecepatan aliran di suatu titik adalah konstan terhadap waktu.
    2. Fluida bersifat inkompresibel, yaitu tidak bisa dimampatkan (tidak mengalami perubahan volume).
    3. Viskositas fluida bernilai 0, yaitu fluida merupakan zat yang tidak kental (tidak mengalami gaya gesekan selama mengalir).
    4. Bentuk garis aliran fluida adalah laminar, yaitu garis-garis aliran yang teratur dan tidak menabrak satu sama lain.

    Jadi, pernyataan yang benar tentang fluida ideal terdapat pada pernyataan (1) dan (3).

    2.

    Perhatikan bentuk potongan penampang sayap pesawat berikut!

    Apabila pesawat ingin diangkat ke atas, maka pernyataan yang benar adalah ....

    A

    F2>F1F_2>F_1

    B

    P2>P1P_2>P_1

    C

    v2>v1v_2>v_1

    D

    v2<v1v_2<v_1

    E

    v2=v1v_2=v_1

    Pembahasan:

    Apabila pesawat ingin diangkat ke atas, maka besarnya gaya F1F_1 harus lebih besar dibanding gaya F2F_2. Hal ini bisa ditempuh dengan membuat tekanan P1P_1 lebih besar dari tekanan P2P_2. Karena tekanan berbanding terbalik dengan kecepatan aliran udara, cara yang bisa dilakukan adalah mengatur posisi sayap sehingga kecepatan aliran udara di v2v_2 lebih besar daripada kecepatan aliran udara di v1v_1.

    Jadi, pernyataan yang benar adalah v2>v1v_2>v_1.

    Ingin coba latihan soal dengan kuis online?

    Kejar Kuis
    3.

    Berikut pernyataan yang benar mengenai aliran turbulen adalah ....

    A

    aliran udara pada sayap pesawat di kondisi cuaca tenang merupakan contoh aliran turbulen

    B

    fluida pada aliran turbulen bergerak mengikuti garis lurus

    C

    aliran turbulen bersifat steady (tetap)

    D

    kecepatan fluida pada aliran turbulen rendah

    E

    fluida pada aliran turbulen bergerak tidak menentu

    Pembahasan:

    Aliran turbulen merupakan kecepatan aliran yang relatif besar akan menghasilkan aliran yang tidak laminar melainkan komplek, lintasan gerak partikel saling tidak teratur antara satu dengan yang lain.

    Perhatikan pernyataan pada pilihan jawaban tersebut satu per satu.

    1. Aliran udara pada sayap pesawat di kondisi cuaca tenang merupakan contoh aliran turbulen → salah, pernyataan ini merupakan contoh dari aliran laminar.
    2. Fluida pada aliran turbulen bergerak mengikuti garis lurus → salah, pernyataan ini merupakan ciri-ciri dari aliran laminar.
    3. Aliran turbulen bersifat steady (tetap) → salah, pernyataan ini merupakan ciri-ciri dari aliran laminar.
    4. Kecepatan fluida pada aliran turbulen rendah → salah, untuk kondisi yang sama, besar kecepatan pada aliran turbulen cenderung lebih tinggi daripada aliran laminar.
    5. Fluida pada aliran turbulen bergerak tidak menentu → benar, lintasan gerak partikel saling tidak teratur antara satu dengan yang lain menyebabkan garis aliran fluida berbentuk tidak menentu.

    Jadi, pernyataan yang benar mengenai aliran turbulen adalah fluida pada aliran turbulen bergerak tidak menentu.

    4.

    Sebuah air bejana memiliki kondisi sebagai berikut.

    Apabila terdapat lubang di titik A dan titik B pada bejana, maka pernyataan yang tepat adalah ....

    A

    kecepatan air dari lubang A lebih besar daripada kecepatan air dari lubang B

    B

    kecepatan air dari lubang B lebih besar daripada kecepatan air dari lubang A

    C

    kecepatan air dari lubang A sama besar dengan kecepatan air dari lubang B

    D

    jarak tempuh horizontal air dari lubang A sama besar dengan jarak tempuh horizontal air dari lubang B

    E

    jarak tempuh horizontal air dari lubang B lebih besar daripada jarak tempuh horizontal air dari lubang B

    Pembahasan:

    Hukum torricelli menyatakan bahwa kecepatan aliran fluida melalui lubang tajam di dasar tangki yang terisi hingga kedalaman hh adalah sama dengan kecepatan yang diperoleh benda jatuh bebas dari ketinggian hh. Secara matematis dinyatakan dengan v=2ghv=\sqrt{2gh} di mana gg adalah percepatan gravitasi (10 m/s2) dan hh adalah tinggi muka air di atas lubang (m).

    Semakin tinggi air yang terdapat di atas lubang, maka semakin besar kecepatan air keluar dari lubang, menyebabkan semakin jauh jarak tempuh horizontal air setelah keluar dari lubang. Besarnya jarak tempuh horizontal ini bisa didapatkan melalui persamaan R=2hhlR=2\sqrt{hh_{\text{l}}} di mana hh adalah tinggi air di atas lubang (m) dan hlh_{\text{l}} adalah tinggi lubang (m).

    Pada gambar tersebut, titik B lebih tinggi dibanding titik A menyebabkan tekanan yang dialami di titik A lebih tinggi dibanding di titik B. Sehingga kecepatan air saat keluar dari titik A lebih cepat dibanding dari titik B. Jarak tempuh horizontal dari titik A juga akan menjadi lebih panjang dibanding jarak tempuh horizontal dari titik B.

    Jadi, pernyataan yang tepat adalah kecepatan air dari lubang A lebih besar daripada kecepatan air dari lubang B.

    Ingin cari soal-soal HOTS?

    Soal HOTS
    5.

    Sebuah pesawat menggunakan tabung pitot untuk mengukur kecepatan udara sekitar. Pada suatu penerbangan, pembacaan memberikan beda ketinggian cairan 2 cm. Cairan yang digunakan untuk pengukuran memiliki massa jenis 750 kg/m3 . Kecepatan udara saat penerbangan itu adalah sebesar .... (diketahui percepatan gravitasi = 10 m/s2, massa jenis udara 1 kg/m3, dan 6\sqrt{6} = 2,4)

    A

    11 m/s

    B

    12 m/s

    C

    13 m/s

    D

    14 m/s

    E

    15 m/s

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    Massa jenis fluida ukur ρfu\rho_{\text{fu}} = 750 kg/m3

    Massa jenis udara ρudara\rho_{\text{udara}} = 1 kg/m3

    Beda ketinggian cairan hh = 1 cm = 0,01 m

    Ditanya:

    Kecepatan udara vv = ?

    Jawab:

    Tabung pitot merupakan alat untuk mengukur kecepatan gas menggunakan prinsip Bernoulli. Cara kerja alat ini adalah membandingkan tekanan statis dan tekanan dinamis sebuah gas melalui dua buah pipa dan sebuah manometer. Besarnya kecepatan gas dapat diketahui dengan membaca beda ketinggian cairan pada manometer. Besarnya kecepatan gas didapatkan melalui persamaan berikut.

    v=2ρghρv=\sqrt{\frac{2\rho'gh}{\rho}}

    ρ\rho' adalah massa jenis fluida ukur pada manometer (kg/m3), gg adalah percepatan gravitasi (10 m/s2), hh adalah beda ketinggian fluida ukur (m), dan ρ\rho adalah massa jenis gas yang diukur (kg/m3).

    v=2ρfughρudarav=\sqrt{\frac{2\rho_{\text{fu}}gh}{\rho_{\text{udara}}}}

    =2(750)(10)(0,01)1=\sqrt{\frac{2\left(750\right)\left(10\right)\left(0,01\right)}{1}}

    =150=\sqrt{150}

    =56=5\sqrt{6}

    =5(2,4)=5\left(2,4\right) (masukkan 6\sqrt{6} = 2,4)

    = 12=\ 12 m/s

    Jadi, kecepatan udara saat penerbangan itu adalah sebesar 12 m/s.

    6.

    Aliran air (ρ\rho = 1.000 kg/m3) dari ketinggian 10 m mengalir dengan debit 3 m3/s. Berapa daya yang dihasilkan oleh aliran ini? (gg = 10 m/s2)

    A

    100 kW

    B

    200 kW

    C

    300 kW

    D

    400 kW

    E

    500 kW

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa jenis air ρ\rho = 1.000 kg/m3

    Ketinggian air hh = 10 m

    Debit air QQ = 3 m3/s

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    Ditanya:

    Daya PP = ?

    Jawab:

    Fluida yang mengalir dari ketinggian tertentu menyimpan energi potensial yang nantinya dapat diubah menjadi energi kinetik menggunakan peralatan tertentu seperti turbin air. Besarnya daya yang disimpan oleh fluida dapat dituliskan dengan persamaan P=ρgQhP=\rho gQh di mana ρ\rho merupakan massa jenis fluida (kg/m3), gg merupakan percepatan gravitasi (10 m/s2), QQ merupakan debit fluida (m3/s), dan hh merupakan ketinggian fluida (m).

    P=ρgQhP=\rho gQh

    =(1.000)(10)(3)(10)=\left(1.000\right)\left(10\right)\left(3\right)\left(10\right)

    =300.000=300.000 W

    =300=300 kW (diubah ke dalam satuan kilowatt)

    Jadi, daya yang dihasilkan adalah sebesar 300 kW.

    Ingin cari soal-soal AKM?

    Hubungi Kami
    7.

    Gas oksigen diukur menggunakan tabung pitot.

    Apabila massa jenis gas oksigen adalah 500 kg/m3 dan massa jenis fluida ukur yang digunakan pada manometer adalah 750 kg/m3, maka gas dengan kecepatan 3\sqrt{3} m/s akan memberikan beda ketinggian pada manometer sebesar .... (diketahui percepatan gravitasi = 10 m/s2)

    A

    5 cm

    B

    10 cm

    C

    15 cm

    D

    20 cm

    E

    25 cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    Massa jenis fluida ukur ρfu\rho_{\text{fu}} = 750 kg/m3

    Massa jenis gas oksigen ρoksigen\rho_{\text{oksigen}} = 500 kg/m3

    Kecepatan gas vv = 3\sqrt{3} m/s

    Ditanya:

    Beda ketinggian manometer hh = ?

    Jawab:

    Tabung pitot merupakan alat untuk mengukur kecepatan gas menggunakan prinsip Bernoulli. Cara kerja alat ini adalah membandingkan tekanan statis dan tekanan dinamis sebuah gas melalui dua buah pipa dan sebuah manometer. Besarnya kecepatan gas dapat diketahui dengan membaca beda ketinggian cairan pada manometer. Besarnya kecepatan gas didapatkan melalui persamaan berikut.

    v=2ρghρv=\sqrt{\frac{2\rho'gh}{\rho}}

    ρ\rho' adalah massa jenis fluida ukur pada manometer (kg/m3), gg adalah percepatan gravitasi (10 m/s2), hh adalah beda ketinggian fluida ukur (m), dan ρ\rho adalah massa jenis gas yang diukur (kg/m3).

    Modifikasi persamaan hingga mendapatkan nilai hh.

    v=2ρfughρoksigenv=\sqrt{\frac{2\rho_{\text{fu}}gh}{\rho_{\text{oksigen}}}}

    v2=2ρfughρoksigenv^2=\frac{2\rho_{\text{fu}}gh}{\rho_{\text{oksigen}}}

    v2ρoksigen2ρfug=h\frac{v^2\rho_{\text{oksigen}}}{2\rho_{\text{fu}}g}=h

    Sehingga besarnya nilai hh adalah sebagai berikut.

    h=v2ρoksigen2ρfugh=\frac{v^2\rho_{\text{oksigen}}}{2\rho_{\text{fu}}g}

    =(3)2(500)2(750)(10)=\frac{\left(\sqrt{3}\right)^2\left(500\right)}{2\left(750\right)\left(10\right)}

    =1.50015.000=\frac{1.500}{15.000}

    =110=\frac{1}{10} m

    =10=10 cm (ubah ke dalam satuan cm)

    Jadi, beda ketinggian pada manometer adalah sebesar 10 cm.

    8.

    Sebuah pipa mempunyai luas penampang yang berbeda pada kedua ujungnya. Pipa tersebut berisi air tak bergerak dengan selisih ketinggian 20 cm. Jika percepatan gravitasi di tempat tersebut 10m/s2, maka selisih tekanan air pada kedua penampang pipa adalah .... (diketahui ρ = 1.000 kg/m3)

    A

    1.000 Pa

    B

    2.000 Pa

    C

    3.000 Pa

    D

    4.000 Pa

    E

    5.000 Pa

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Selisih ketinggian h2h1h_2-h_1 = 20 cm = 0,2 m

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    Massa jenis air ρ\rho = 1.000 kg/m3

    Ditanya:

    Selisih tekanan P1P2P_1-P_2 = ?

    Jawab:

    Persamaan Bernoulli merupakan persamaan fluida dinamis di segala tempat yang menyatakan bahwa jumlah dari tekanan, energi kinetik tiap volume, dan energi potensial tiap volume di setiap titik sepanjang aliran fluida adalah sama. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.

    P1+12ρv12+ρgh1=P2+12ρv22+ρgh2P_1+\frac{1}{2}\rho v_1^2+\rho gh_1=\text{}P_2+\frac{1}{2}\rho v_2^2+\rho gh_2

    PP merupakan tekanan (Pa), ρ\rho merupakan massa jenis (kg/m3), vv merupakan kecepatan fluida (m/s), gg merupakan percepatan gravitasi (m/s2), dan hh merupakan ketinggian fluida (m).

    Karena fluida tidak bergerak, maka unsur 12ρv2\frac{1}{2}\rho v^2 dapat diabaikan.

    P1+ρgh1=P2+ρgh2P_1+\rho gh_1=\text{}P_2+\rho gh_2

    P1P2=ρgh2ρgh1P_1-P_2=\rho gh_2-\rho gh_1

    P1P2=ρg(h2h1)P_1-P_2=\rho g\left(h_2-h_1\right)

    P1P2=1.000(10)(0,2)P_1-P_2=1.000\left(10\right)\left(0,2\right)

    P1P2=2.000P_1-P_2=2.000 Pa

    Jadi, selisih tekanan air pada kedua penampang pipa adalah 2.000 Pa.

    Ingin tanya tutor?

    Tanya Tutor
    9.

    Perhatikan beberapa peralatan berikut!

    1. Venturimeter
    2. Pesawat udara
    3. Tabung pitot
    4. Balon udara

    Peralatan yang menggunakan prinsip Bernoulli dalam bekerja adalah ....

    A

    (1), (2), dan (3)

    B

    (1) dan (3)

    C

    (2) dan (4)

    D

    (4) saja

    E

    semua benar

    Pembahasan:

    Prinsip Bernoulli adalah sebuah istilah di dalam mekanika fluida yang menyatakan bahwa pada suatu aliran fluida, peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut. Prinsip ini sebenarnya merupakan penyederhanaan dari Persamaan Bernoulli yang menyatakan bahwa jumlah energi pada suatu titik di dalam suatu aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah energi di titik lain pada jalur aliran yang sama. Secara matematis dituliskan dalam bentuk:

    P1+12ρv12+ρgh1=P2+12ρv22+ρgh2P_1+\frac{1}{2}\rho v_1^2+\rho gh_1=\text{}P_2+\frac{1}{2}\rho v_2^2+\rho gh_2

    PP merupakan tekanan (Pa), ρ\rho merupakan massa jenis (kg/m3), vv merupakan kecepatan fluida (m/s), gg merupakan percepatan gravitasi (m/s2), dan hh merupakan ketinggian fluida (m).

    Beberapa peralatan yang bekerja menurut prinsip Bernoulli adalah venturimeter (alat untuk mengukur kecepatan fluida), tabung pitot (alat untuk mengukur tekanan pada fluida mengalir), dan pesawat terbang (prinsip aliran udara di sayap pesawat bekerja berdasarkan prinsip Bernoulli). Sementara balon udara bekerja berdasarkan prinsip Archimedes yaitu panas pada balon menyebabkan udara di dalam balon memuai dan massa jenisnya lebih rendah daripada udara di sekitar balon. Massa jenis yang rendah ini menyebabkan balon udara bisa mengapung di udara.

    Jadi, peralatan yang menggunakan prinsip Bernoulli dalam bekerja adalah (1), (2), dan (3).

    10.

    Perhatikan penyemprot cairan berikut.

    Apabila bola karet ditekan, maka cairan akan tersemprot keluar. Hal ini terjadi akibat penekanan bola karet akan menyebabkan ....

    A

    kecepatan di titik A lebih besar dari kecepatan di titik B sehingga tekanan di titik A lebih besar dari tekanan di titik B

    B

    kecepatan di titik A lebih kecil dari kecepatan di titik B sehingga tekanan di titik A lebih besar dari tekanan di titik B

    C

    kecepatan di titik A lebih besar dari kecepatan di titik B sehingga tekanan di titik A lebih kecil dari tekanan di titik B

    D

    kecepatan di titik A lebih kecil dari kecepatan di titik B sehingga tekanan di titik A lebih kecil dari tekanan di titik B

    E

    udara dari bola karet membawa cairan keluar

    Pembahasan:

    Apabila bola karet ditekan, maka akan terjadi aliran udara di titik A, maka kecepatan fluida di titik A menjadi lebih tinggi daripada fluida di titik B. Menurut prinsip Bernoulli, kecepatan fluida berbanding terbalik dengan tekanannya sehingga tekanan di titik A menjadi lebih rendah daripada tekanan di titik B. Karena fluida mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, terjadi aliran dari B ke A. Proses ini juga bisa dipercepat menggunakan bantuan zat pendorong seperti kloroflurokarbon (CFC).

    Jadi, hal ini terjadi akibat penekanan bola karet akan menyebabkan kecepatan di titik A lebih besar dari kecepatan di titik B sehingga tekanan di titik A lebih kecil dari tekanan di titik B.

    Daftar dan dapatkan akses ke puluhan ribu soal lainnya!

    Buat Akun Gratis